Membela Amien Rais dari tuduhan pengkhianat reformasi

Wasekjen PAN Saleh Daulay membuka diskusi dengan pembelaan terhadap tuduhan tersebut. Saleh heran dengan kontribusi para pengkritik mantan Ketua MPR itu. Menurut Saleh, peran Amien Rais tak perlu dipertanyakan, apalagi dengan gagasan suksesi yang dikeluarkan 1993.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Membela Amien Rais dari tuduhan pengkhianat reformasi
Diskusi Reformasi 1998. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar diskusi bertajuk 'Reformasi 98: Melawan Lupa' di kantor DPP, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (8/5). Wakil Ketua DPR sekaligus mantan aktivis 98, Fahri Hamzah, dan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, mengungkap kesaksian mereka mengapa Amien Rais sampai didapuk sebagai Bapak Reformasi.

Hal tersebut menyikapi pernyataan segelintir aktivis 98 yang menilai julukan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu, tidak pantas diembannya. Salah satunya, Sri Bintang Pamungkas yang menegaskan Amien sebagai pengkhianat reformasi.

Wasekjen PAN Saleh Daulay membuka diskusi dengan pembelaan terhadap tuduhan tersebut. Saleh heran dengan kontribusi para pengkritik mantan Ketua MPR itu. Menurut Saleh, peran Amien Rais tak perlu dipertanyakan, apalagi dengan gagasan suksesi yang dikeluarkan 1993.

"Tahun 95 waktu muktamar di Aceh, membuat beliau terkenal itu, adalah satu buku yang berjudul tangan kecil, tangan kecil itu adalah hasil-hasil tulisan dari prof Amien, isinya itu kritik-kritik beliau dari keadilan sosial dari negeri ini. Itu jadi buku, dan sangat monumental. Makanya saya heran kok beliau tidak memiliki peran apa-apa di reformasi, bahkan orang-orang itu tidak memiliki kontribusi apa-apa sekarang ini," kata Saleh.

Fahri Hamzah berpendapat, kelompok-kelompok yang ingin menegasikan Amien dalam reformasi karena takut akan kerelevansiannya di masyarakat. Dia menyebutkan bahwa ketika itu Amien bisa saja menjadi presiden tapi, ditolaknya karena ingin bertarung secara jantan dengan tokoh lain pasca jatuhnya Soeharto.

"Dia sebenarnya bisa jadi presiden, tapi tidak memilih itu. Orang tidak suka, kenapa yang reformis itu pak Amien. Itu lah yang menyebabkan gerakan ingin menafikan pak Amien," kata Fahri.

Fahri mengatakan, Amien Rais adalah tokoh yang kritis kepada kepemimpinan siapapun selama pemerintahan tengah melenceng. Malah, dia mempertanyakan kepada para pengkritik Amien, mana kontribusi Joko Widodo kala masa reformasi.

"Kalau orang Pak Amien kritis kepada pak Jokowi, mohon maaf kepada pak Habibie juga saban hari juga kritis, pak Harto dia kritis, Gus Dur kritis, Mega dia kritis, SBY juga dikritik, kalau hari ini pak Amien kritis berarti dia tak berubah. Karena peran pak Amien ini luar biasa, dia membangunkan sikap kritis hal-hal yang menyimpang," tegas Fahri.

"Wahai orang-orang yang ingin kritik pak Amien dari reformasi, tanya bos kalian itu Jokowi ada dimana waktu reformasi," imbuhnya.

Sementara itu, Mantan Menkeu era Soeharto, Fuad Bawazier mengungkap bagaimana Amien Rais mendapatkan momentum hingga menjatuhkan Soeharto. Dia menjelaskan saat itu tekanan politik sangat kuat terhadap pemerintahan. Termasuk isu krisis moneter pada zaman itu. Dan Amien Rais lah yang sudah memulai mengkritisi dengan suksesi jauh sebelum krisis terjadi.

"Di sini bertemu, lawan-lawan pak Harto yang menggunakan senjata-senjata krisis moeneter, yang murni itu hanya pak Amien, karena pak Amien udah mulai dengan suksesi sebelum adanya krismon," ucapnya.

Rekomendasi