Majelis Tinggi Demokrat: Kita Konsisten Dukung Prabowo-Sandi Sampai 22 Mei

Kamis, 9 Mei 2019 12:08 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Majelis Tinggi Demokrat: Kita Konsisten Dukung Prabowo-Sandi Sampai 22 Mei Konpers Amir Syamsuddin. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Langkah politik Partai Demokrat kembali menjadi sorotan jelang KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti. Pertemuan Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Jokowi menjadi salah satu sinyal yang diyakini akan mengubah arah politik partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat, Amir Syamsuddin mengatakan, secara formal sudah semestinya partai mendukung Prabowo-Sandiaga sampai pengumuman resmi KPU pada 22 Mei nanti.

"Secara formal seperti itu, kita kan sudah konsisten kepada sikap kita untuk menunggu hasil pemilu yang tentu akan diumumkan oleh institusi berwenang paling lambat 22 Mei, kami konsisten," tegas Amir saat dihubungi merdeka.com, Kamis (9/5).

Menurut dia, pertemuan AHY dan Jokowi bukan berarti sebagai sebuah awal balik arah partai meninggalkan Prabowo-Sandi. Dia menegaskan, komunikasi politik dari elit-elite politik adalah hal yang wajar terjadi.

"Sebelum 22 Mei terjadi komunikasi politik ya itu bukan sesuatu yang tabu," jelas mantan Menkum HAM era SBY tersebut.

Amir tak menutup kemungkinan bahwa pada saatnya nanti Demokrat akan memutuskan arah politik bergabung dengan Jokowi. Sebab, kata dia, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik.

"Bisa saja dilakukan, tetapi kami tentu tidak bisa boleh mendahului pengumuman itu sendiri. Namanya politik seperti sudah kita ketahui bersama segala opsi terbuka," jelas Amir.

Amir ogah berspekulasi soal sulitnya Demokrat bergabung dengan kubu Jokowi karena hubungan Ketum Demokrat SBY dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang belum baik. Tapi Amir yakin, hubungan satu dua orang bisa dinomorduakan demi kepentingan yang lebih besar.

"Kita tahu bahwa politik itu kan seni mengelola kepentingan, jadi tidak ada kemudian dalam politik tidak ada istilah harga mati, kita menyadari itu dan selalu mengelola kepentingan terbaik untuk kepentingan negara itu acuan kita," jelas Amir lagi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini