Ketua Fraksi PKS DPR: Hoaks sudah timbulkan instabilitas bangsa

Senin, 5 Maret 2018 21:35 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketua Fraksi PKS DPR: Hoaks sudah timbulkan instabilitas bangsa Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini menilai, penyebaran kabar bohong atau hoaks di tahun politik telah menimbulkan kondisi bangsa menjadi tidak stabil. Jazuli meminta kepolisian agar penyebaran kabar hoaks segera dihentikan.

Maraknya penyebaran kabar hoaks kembali menjadi perbincangan usai polisi menangkap lima orang pelaku penyebar ujaran kebencian yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).

"Stop hoaks sekarang juga! Hoaks harus disetop karena sudah menimbulkan instabilitas bangsa," kata Jazuli dalam acara ulang tahun dirinya ke 53 tahun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3).

Jazuli mengingatkan, aparat penegak hukum untuk mengusut penyebaran hoaks secara transparan, jujur dan adil.

"Jangan ada kesan yang ini ditindak, ditangkap sedemikian rupa, sementara yang lain seolah dibiarkan atau tidak diproses," ujar Jazuli.

Jazuli menambahkan, keadilan itu penting agar memberi ketenteraman bagi seluruh rakyat. Selain itu, dia menganggap persatuan bangsa terutama di tahun-tahun politik harus dijaga.

"Jangan sampai ada yang merongrong ideologi Pancasila dan menghasut perpecahan di antara warga bangsa. NKRI adalah rumah kita bersama maka semua kita wajib menjaganya," tuturnya.

Imbauan agar aparat penegak hukum bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam mengadili pelaku penyebar hoaks juga datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Fadli berharap masyarakat tidak menggunakan media sosial sebagai alat untuk menebar fitnah dan kabar bohong.

"Sebaiknya kita mulai secara adil pada seluruh pihak yang melakukan itu. jangan sampai ini hanya semacam tebang pilih kepada pihak-pihak tertentu," imbuhnya.

Fadli menuturkan, penyebaran kabar bohong itu berasal dari penyedia operator seluler memberikan ruang bagi masyarakat membuat akun di media sosial tanpa mendaftarkan identitas asli mereka.

"Salah satunya kan kesalahannya dari provider itu memberikan keleluasaan dan kemudahan untuk membeli kartu, kemudian tidak menggunakan identitas asli," tandasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini