Jokowi Soal Nasdem Bertemu PKS: Jangan Kaitkan Koalisi Rapuh!

Jumat, 1 November 2019 17:21 Reporter : Merdeka
Jokowi Soal Nasdem Bertemu PKS: Jangan Kaitkan Koalisi Rapuh! Jokowi Pimpin Rapat Terbatas. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanggapi santai pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi menilai pertemuan itu adalah hal yang biasa dalam politik.

"Biasa saja, partai ketemu partai biasa. Tokoh politik ketemu ya biasa. Biasa sekali, enggak ada masalah," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (1/11).

Nasdem adalah partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Sementara PKS adalah partai non koalisi yang dahulu mendukung Prabowo-Sandiaga.

Jokowi meminta agar pertemuan Nasdem dan PKS tak dikaitkan dengan rapuhnya koalisi pemerintahan. Dia menduga Surya Paloh menyambangi Sohibul Iman karena sudah lama tak bertemu.

"Jangan dikaitkan Nasdem ketemu PKS koalisi rapuh, apa hubungannya. Enggak ada hubungannya. Mungkin pak Surya Paloh udah lama enggak ketemu Pak Sohibul Iman. Mungkin dengan saya, ndak begitu kangen," jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi meminta seluruh pihak tak terlalu terbawa perasaan terkait pertemuan Nasdem dan PKS. Menurut dia, kepentingan bangsa harus diutamakan.

"Biasa saja enggak perlu dibawa ke perasaan. Untuk kebaikan bangsa kebaikan negara, ketemu seperti itu menurut saya baik saja," ucap Jokowi.

Usai pertemuan dengan PKS, Ketua Umum NasDem Surya Paloh bicara check and balance dalam demokrasi. Menurutnya, check and balance itu harus tetap berjalan demi pemerintahan yang sehat.

"Pemerintah yang sehat juga bisa menerima pikiran-pikiran yang mengkritisi. Bila pikiran yang mengkritisi tidak ada lagi, itu artinya kita khawatir jalannya pemerintahan itu tidak sehat," kata Surya Paloh usai bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/10) dilansir dari Antara.

Surya bicara kemungkinan NasDem, yang saat ini berada dalam koalisi pemerintahan, berada dalam kubu yang berseberangan. Dia menyebut, NasDem bisa berada di luar pemerintahan tetapi tidak tahu kapan.

"Bukan masalah ada kemungkinan akan berhadapan dengan pemerintah atau tidak. Seluruh kemungkinan kan ada saja. PKS di luar kan bisa jadi ada di dalam. Saya kira ada, kita tak tahu itu kapan. Semuanya harus dilakoni dengan pikiran yang sehat dan baik," kata Surya.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini