Indonesia di Tengah Pancaroba Politik dan Kredibilitas Jokowi

Selasa, 24 September 2019 03:06 Reporter : Wisnoe Moerti
Indonesia di Tengah Pancaroba Politik dan Kredibilitas Jokowi Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan. ©2019 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Tokoh nasional Rizal Ramli melihat, Indonesia tengah memasuki pancaroba politik. Ada dua kemungkinan yang bakal terjadi di pancaroba politik. Yakni perubahan menuju Indonesia maju atau justru mengalami kemunduran.

Menurut mantan Menko Ekuin di era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menganalisa, ada lima faktor pendorong terjadinya pancaroba politik saat ini. Pertama, aspek hukum khususnya pemberantasan korupsi.

"Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR akan terus menjadi bola salju," ujar Rizal Ramli di Jakarta, Senin (23/9).

Kedua, masalah Papua yang belum tuntas. Dalam arti, kaburnya penyelesaian masalah utama dari persoalan Papua yakni kasus rasisme di asrama mahasiswa Papua.

"Seharusnya aparat itu menangkap aktor intelektual penyebab kasus rasial di Asrama Papua, bukan masyarakat dan mahasiswa Papua yang menuntut keadilan," ucap Rizal Ramli.

Ketiga, masalah ekonomi. Terutama daya beli masyarakat yang semakin menurun. Salah satu solusi meningkatkan daya beli dengan memberi insentif untuk menggenjot kemampuan beli masyarakat. Dia juga menyarankan pemerintah tidak menambah beban rakyat dengan kebijakan yang tidak pro rakyat kecil.

"Kemudian, jangan ada kenaikan TDL bagi pengguna listrik 900 VA agar mereka bisa membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokoknya," tuturnya.

Tidak hanya tarif TDL, rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan juga berpotensi menambah beban rakyat yang berimbas pada turunnya daya beli. Bahkan menambah angka kemiskinan.

Menurutnya, solusi mengatasi defisit BPJS Kesehatan bukan dengan menaikkan iuran tapi menyuntikkan modal BPJS Kesehatan Rp 20 triliun. Sebab, modal awal BPJS hanya Rp5 triliun. Dari besaran itu, dia menduga BPJS dirancang ‘gagal finansial’ sejak awal.

Faktor keempat adalah investasi dari China yang begitu masif. Seolah ada keistimewaan yang diberikan pemerintah. Dia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati.

"Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah itu mereka akan memilikinya," katanya.

Kelima, persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah sangat serius. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sudah tidak layak sebagai ruang hidup. Kehancuran lingkungan ini akan terasa ke masa-masa mendatang.

Dari lima faktor itu, Rizal Ramli masih yakin perubahan di Indonesia bisa lebih baik asalkan Presiden Jokowi memiliki kredibilitas yang kuat dan tetap dipercaya masyarakat. Caranya, Jokowi perlu mendengarkan dan memahami kegelisahan publik. Sehingga keberpihakannya terhadap rakyat benar-benar nyata.

"Esensinya dari seluruh pancaroba politik yang tengah dihadapi, semua tergantung dari kredibilitas Presiden, trust masyarakat, dan keberpihakan Pak Jokowi terhadap rakyat nyata. Kalau dia memiliki itu tentu masalah pancaroba politik bisa diselesaikan," kata Rizal Ramli. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini