Heboh Cuitan “Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi”, Kader PSI Dedy Nur Palakka Minta Maaf

Dedy menambahkan, dirinya telah mendapat teguran internal dari DPW PSI Bali atas cuitan tersebut.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Heboh Cuitan “Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi”, Kader PSI Dedy Nur Palakka Minta Maaf
Heboh Cuitan “Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi”, Kader PSI Dedy Nur Palakka Minta Maaf (Merdeka.com)

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menjadi sorotan publik usai membuat pernyataan kontroversial di media sosial. Dalam sebuah cuitan di akun pribadinya @DedynurPalakka, Dedy menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah memenuhi syarat sebagai nabi.

"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," tulis Dedy pada Jumat (13/6).

"Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna," tulisnya dalam cuitan yang sama:

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Dedy

Pernyataan itu sontak menuai kritik keras dari publik dan warganet. Tak lama berselang, Dedy memberikan klarifikasi resmi, menyatakan, pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi, bukan sikap resmi PSI.

"Pernyataan tersebut sepenuhnya merupakan pandangan pribadi, dan tidak mewakili sikap resmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara kelembagaan," kata Dedy.

Ia menambahkan, dirinya telah mendapat teguran internal dari DPW PSI Bali atas cuitan tersebut.

"DPW PSI Bali telah memberikan teguran secara internal sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap sensitivitas publik dan keberagaman pandangan masyarakat," ujarnya.

Dedy Cabut Pernyataan

Dalam klarifikasinya, Dedy mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat dan umat beragama.

"Dengan kesadaran penuh, saya mencabut pernyataan tersebut, demi menjaga ruang dialog publik yang sehat dan tidak menimbulkan salah tafsir yang berlarut-larut," tulisnya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan setulus-tulusnya kepada masyarakat, seluruh umat beragama, serta pihak-pihak yang merasa terganggu atau tersinggung oleh pernyataan tersebut."

Ia menutup klarifikasi dengan menyatakan komitmennya menjaga etika publik dan memperkuat demokrasi yang sehat dan terbuka.

Rekomendasi