FOTO: Bacakan 'Seruan Ciputat', Sivitas Akedemika UIN Jakarta Desak Presiden Netral dan KPU Profesional di Pemilu 2024

Pernyataan sikap 'Seruan Ciputat' ini disampaikan untuk menanggapi penyelenggaraan dan kondisi demokrasi saat ini.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: Bacakan 'Seruan Ciputat', Sivitas Akedemika UIN Jakarta Desak Presiden Netral dan KPU Profesional di Pemilu 2024
FOTO: Bacakan 'Seruan Ciputat', Sivitas Akedemika UIN Jakarta Desak Presiden Netral dan KPU Profesional di Pemilu 2024 (Merdeka.com)

Alumni dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/2/2024). Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Alumni dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/2/2024). Foto: Merdeka.com/Arie Bas
Dok. Istimewa
Pernyataan sikap tersebut dituangkan dalam 'Seruan Ciputat' yang dibacakan oleh Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Mujani. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saiful Mujani mengungkapkan bahwa sivitas akedemik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan aparat negara untuk bersikap netral dalam Pemilu 2024. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Mendesak Presiden dan aparat negara untuk bersikap netral dan menjadi pengayom bagi seluruh kontestan Pemilu. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan wajib bersikap netral dan memfasilitasi seluruh aktivitas Pemilu berdasar prinsip keadilan," ucap Mujani saat membacakan 'Seruan Ciputat' . Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, mereka juga mendesak penyelenggara Pemilu 2024, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), untuk bekerja profesional dan bertanggungjawab. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Penyelenggara Pemilu harus dengan sungguh-sungguh memegang prinsip independen, transparan adil dan jujur. Kemudian menjauhkan diri dari kecenderungan berpihak, mengutamakan kepentingan politik perorangan, kelompok partai dan sebagainya,” kata Mujani.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

KPU, Bawaslu, hingga DKPP juga diminta berani menegakkan aturan dan memastikan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai peraturan. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti berbicara dalam penyampaian pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi yang tertuang pada 'Seruan Ciputat' di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024). Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti berbicara dalam penyampaian pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi yang tertuang pada 'Seruan Ciputat' di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024).&n
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Alumni, guru besar, dan sivitas akademik UIN Syarif Hidayatullah berpose setelah menyampaikan pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi yang tertuang pada 'Seruan Ciputat' di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024). Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Alumni, guru besar, dan sivitas akademik UIN Syarif Hidayatullah berpose setelah menyampaikan pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 dan kondisi demokrasi yang tertuang pada 'Seruan Ciputat' di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024). Foto: Merdeka.com/Arie Basuki

Rekomendasi