DPRD Surabaya Ungkap Fakta Unik: Kehadiran Wali Kota di Tengah Demo Ricuh Bukti Tanggung Jawab Pemkot Surabaya

Wakil Ketua DPRD Surabaya menyoroti Tanggung Jawab Pemkot Surabaya dalam penanganan demo ricuh. Apa saja bukti kepedulian Wali Kota Eri Cahyadi di lapangan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Surabaya Ungkap Fakta Unik: Kehadiran Wali Kota di Tengah Demo Ricuh Bukti Tanggung Jawab Pemkot Surabaya
Wakil Ketua DPRD Surabaya menyoroti Tanggung Jawab Pemkot Surabaya dalam penanganan demo ricuh. Apa saja bukti kepedulian Wali Kota Eri Cahyadi di lapangan? (Merdeka.com)

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Surabaya. Ia menilai Pemkot Surabaya telah menunjukkan tanggung jawab penuh saat insiden demonstrasi yang berujung ricuh pada 29 Agustus lalu. Peristiwa ini terjadi di pusat kota Surabaya, menimbulkan ketegangan di sekitar Balai Kota.

Fathoni secara khusus menyoroti kehadiran Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di lokasi kejadian. Wali Kota Eri Cahyadi terlihat berada langsung di lapangan ketika situasi memanas. Kehadiran pemimpin daerah ini dinilai sebagai bukti empati nyata terhadap warga di tengah kondisi yang mencekam.

Tidak hanya saat kejadian, Wali Kota Eri Cahyadi juga memimpin upaya pemulihan kota keesokan harinya. Beliau turun langsung mengecek kerusakan dan memimpin pembersihan di sejumlah ruas jalan. Tindakan ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memastikan kota segera pulih pasca-kerusuhan.

Kehadiran Pemimpin di Tengah Kekacauan

Arif Fathoni mengungkapkan bahwa kehadiran Wali Kota Eri Cahyadi di tengah suasana yang mencekam patut dicatat. Fathoni menyaksikan langsung Wali Kota berdiri di jalan, ikut mengatur lalu lintas, dan membantu warga yang kebingungan. Ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Wali Kota Surabaya.

Dalam kondisi yang penuh kekacauan, tidak semua orang berani hadir di lokasi. Namun, Wali Kota Eri Cahyadi memilih untuk bersama warganya. Sikap ini memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran langsung ini menjadi sinyal positif bagi warga Surabaya.

Fathoni menegaskan bahwa tanggung jawab Pemkot Surabaya tidak hanya berhenti pada malam kejadian. Keesokan harinya, Wali Kota Eri Cahyadi langsung bergerak cepat. Beliau memimpin pembersihan dan pengecekan kondisi pusat kota yang sempat rusak akibat aksi demonstrasi.

"Pagi-pagi sekali beliau sudah keliling, melihat sendiri kerusakan yang ada, lalu memastikan kota cepat pulih," ujar Fathoni. Ia menambahkan, ini membuktikan bahwa Pemkot Surabaya tidak hanya hadir sesaat, tetapi benar-benar bertanggung jawab sampai tuntas.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menjaga Ketentraman Kota

Kehadiran pemerintah daerah di tengah situasi sulit sangat krusial untuk menenangkan masyarakat. Wali Kota Eri Cahyadi, menurut Fathoni, telah menunaikan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik. Beliau menggerakkan seluruh pemangku kepentingan di Surabaya.

Tujuannya adalah untuk bersama-sama menjaga ketentraman kota melalui metode pengamanan wilayah oleh masyarakat. Hal ini juga selaras dengan harapan Gubernur Jawa Timur. Gubernur meminta agar setiap Kepala Daerah di Jawa Timur menjaga wilayahnya masing-masing dengan optimal.

Fathoni menilai bahwa dalam peristiwa besar seperti demo yang berujung kerusuhan, kehadiran pemimpin memiliki makna penting. Meskipun ada keterbatasan kewenangan, pemerintah daerah tetap memiliki peran vital. Peran ini meliputi menjaga warga, mengurai lalu lintas, dan memastikan kota kembali tertata.

"Kalau bicara kewenangan, jelas ada batasnya. Tapi dalam batas itu, pemkot tetap hadir," kata Fathoni. Ia menambahkan bahwa kehadiran seperti ini dapat memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat. Ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas.

Pentingnya Kepercayaan dan Optimisme Pasca-Kerusuhan

Fathoni mendorong masyarakat untuk menilai situasi secara utuh dan tetap menjaga kepercayaan bersama. Momen ini dapat dijadikan titik balik untuk memperkuat hubungan antara warga dengan pemerintah kota. Ini adalah langkah penting dalam proses pemulihan sosial.

Dalam sistem demokrasi, kritik adalah hal yang sah dan harus dihargai. Namun, Fathoni mengingatkan agar kritik tidak menutup ruang untuk melihat fakta positif yang juga ada. Ini adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat dan konstruktif.

"Justru dengan saling percaya, kota ini bisa lebih cepat pulih dan bangkit," tegas Fathoni. Pernyataan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan optimisme. Kepercayaan antara pemerintah dan warga menjadi fondasi utama bagi kemajuan kota.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi