DPRD Surabaya Pastikan Rumah Pompa Nginden Solusi Efektif Pengendalian Banjir di Lima Kelurahan

Komisi C DPRD Surabaya menegaskan pembangunan Rumah Pompa Nginden senilai Rp65 miliar akan menjadi solusi vital untuk mengatasi banjir di lima kelurahan Surabaya Timur, menargetkan operasional April 2026 dan memberikan dampak nyata bagi warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Surabaya Pastikan Rumah Pompa Nginden Solusi Efektif Pengendalian Banjir di Lima Kelurahan
Komisi C DPRD Surabaya menegaskan pembangunan Rumah Pompa Nginden senilai Rp65 miliar akan menjadi solusi vital untuk mengatasi banjir di lima kelurahan Surabaya Timur, menargetkan operasional April 2026 dan memberikan dampak nyata bagi warga. (AntaraNews)

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya telah memastikan pembangunan rumah pompa di kawasan Nginden akan menjadi solusi efektif untuk mengendalikan banjir. Proyek senilai Rp65 miliar ini diharapkan dapat mengatasi masalah genangan air yang kerap melanda lima kelurahan di Surabaya Timur. Kepastian ini muncul setelah rapat dengar pendapat antara Komisi C DPRD Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, dan perwakilan Gereja Bethany.

Rapat yang berlangsung di kantor DPRD Surabaya pada Kamis tersebut membahas secara spesifik trase pembangunan rumah pompa. Lokasi proyek berada di sekitar Gereja Bethany, Nginden Intan Timur, yang memerlukan kesepakatan penggunaan lahan. Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa proyek ini murni untuk kepentingan warga dan pengendalian banjir, bukan untuk kepentingan gereja.

Pembangunan rumah pompa ini ditargetkan akan dimulai pada bulan April 2026. Dengan sistem drainase yang baru, genangan air di kawasan permukiman diharapkan dapat terurai lebih cepat saat terjadi hujan deras. Ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam memberikan dampak nyata bagi warga.

Pembangunan rumah pompa di Nginden ini melibatkan satu unit rumah pompa yang dirancang untuk menerima aliran air dari saluran Kalijagir. Desain ini bertujuan untuk memaksimalkan kapasitas penyerapan dan pembuangan air, mengurangi risiko banjir secara signifikan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Surabaya dalam mitigasi bencana banjir.

Trase pembangunan yang disepakati akan melintasi sebagian lahan yang selama ini digunakan oleh Gereja Bethany. Eri Irawan menjelaskan bahwa status lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Surabaya dengan skema izin pemakaian tanah. Oleh karena itu, tidak ada proses alih kepemilikan yang terjadi, hanya penyesuaian penggunaan lahan.

Berdasarkan kajian teknis terbaru, jalur ini dianggap paling efisien dan aman untuk mendukung sistem drainase kawasan Nginden. Efisiensi trase sangat penting untuk memastikan aliran air dapat dikelola dengan optimal. Komisi C DPRD Surabaya menekankan pentingnya pembangunan yang sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disetujui.

Selain itu, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mengembalikan kondisi area yang terdampak pembangunan seperti semula. Jika sebelumnya berupa paving, maka akan dikembalikan dengan paving yang sama. Termasuk area parkir motor gereja yang terdampak, Pemkot akan membangunkan kembali di sisi utara, menunjukkan perhatian terhadap fasilitas umum.

Rumah pompa Nginden ini secara langsung akan memberikan dampak positif bagi lima kelurahan di Surabaya Timur. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, serta sebagian Menur Pumpungan dan Klampis Ngasem. Kelurahan-kelurahan ini seringkali menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.

Dengan adanya sistem rumah pompa yang baru, diharapkan genangan air dapat surut lebih cepat, sehingga aktivitas warga tidak terganggu. Hal ini juga akan mengurangi kerugian materiil akibat banjir yang sering dialami oleh masyarakat. Fokus utama proyek ini adalah kesejahteraan dan keamanan warga dari ancaman banjir.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menambahkan bahwa dampak dari rumah pompa ini cukup luas, tidak hanya terbatas pada lima kelurahan tersebut. Wilayah sekitar juga akan ikut merasakan manfaatnya. Ini menunjukkan bahwa perencanaan proyek telah mempertimbangkan efek domino yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.

Komisi C DPRD Surabaya berharap proyek pembangunan rumah pompa ini dapat berjalan tepat waktu dan sesuai dengan perencanaan. Mengingat banjir masih menjadi keluhan rutin warga setiap musim hujan, penyelesaian proyek yang cepat dan tepat sangat dinantikan. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan.

Pemerintah Kota Surabaya dan pihak terkait telah bersepakat untuk memastikan semua aspek pembangunan berjalan lancar. Komitmen untuk mengembalikan area terdampak ke kondisi semula, termasuk pembangunan kembali area parkir gereja, menjadi bagian dari kesepakatan. Ini menunjukkan tanggung jawab penuh dari pihak pelaksana proyek.

Dengan anggaran Rp65 miliar, proyek ini bukan hanya investasi infrastruktur, tetapi juga investasi untuk kenyamanan dan keamanan warga Surabaya. Rumah pompa Nginden diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kawasan timur Surabaya. Proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi