Mantan Pemimpin Umum Perum LKBN ANTARA, Asro Kamal Rokan, mengonfirmasi kabar duka atas meninggalnya Diapari Sibatangkayu Harahap. Sosok yang dikenal sebagai anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini wafat pada Sabtu (4/7) kemarin.
Kabar kepergian almarhum Diapari Sibatangkayu Harahap disampaikan Asro Kamal Rokan kepada ANTARA di Jakarta pada Minggu (5/7). Ia membenarkan bahwa Diapari telah berpulang.
Diapari Sibatangkayu Harahap menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.40 WIB. Ia meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Asro Kamal Rokan, yang juga anggota Dewan Penasihat PWI, mengenang Diapari Sibatangkayu Harahap sebagai pribadi dengan tutur kata yang sopan. Meskipun demikian, almarhum dikenal sangat keras dalam mempertahankan prinsip-prinsipnya.
Terutama, keteguhan Diapari sangat terlihat ketika berhadapan dengan isu-isu pelanggaran etika jurnalistik. Baginya, etika profesi merupakan batasan yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.
"Baginya, etika jurnalistik merupakan garis batas yang tidak boleh dilewati," tutur Asro Kamal Rokan, menegaskan komitmen almarhum terhadap integritas pers. Prinsip ini menjadi salah satu warisan penting dari sosok Diapari.
Advertisement
Advertisement
Selain dedikasinya di dunia pers, Diapari Sibatangkayu Harahap juga dikenal memiliki bakat di bidang musik. Ia merupakan seorang pencipta lagu yang produktif.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah Mars Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Lagu kebanggaan olahraga tinju amatir ini berjudul "Jayalah Pertina".
Tidak hanya itu, bersama grup Trio Harahap, Diapari Sibatangkayu Harahap juga menciptakan dan menyanyikan sejumlah lagu berbahasa Mandailing. Beberapa karyanya antara lain "Rap Ra Ra Ro", "Sidimpuan Nauli", dan "Boru Ni Namora".
Advertisement
Karya-karya musik almarhum yang kaya akan nuansa lokal tersebut kini dapat dinikmati secara luas. Lagu-lagu ciptaannya tersedia dan bisa didengarkan melalui platform YouTube.
Sumber: AntaraNews