Deklarasi Dukungan, Rektor Aktivis Kampus Curhat Masalah Perguruan Tinggi ke Prabowo

Jumat, 5 April 2019 23:55 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Deklarasi Dukungan, Rektor Aktivis Kampus Curhat Masalah Perguruan Tinggi ke Prabowo Rektor, Akademisi, Alumni & Aktivis Kampus Indonesia dukung Prabowo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menerima dukungan dari Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi, Alumni & Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (5/4) malam. Dalam sambutannya, Prabowo merasa terhormat diberi dukungan dari para akademisi.

"Hari ini saya merasa dihormati merasa besar hati dengan dukungan dari tokoh-tokoh akademisi kampus. Karena memang suatu bangsa nasibnya, masa depannya sejarahnya akan ditentukan oleh guru-guru," kata Prabowo.

Menurutnya, peran para pendidik sangat penting untuk kelangsungan nasib bangsa. Dia mengatakan, kelangsungan bangsa Indonesia ditentukan oleh para guru.

"Kalau guru-guru mengajarkan bangsa itu untuk menjadi bangsa yang kalah maka bangsanya akan kalah. Kalau guru-guru ajarkan murid-muridnya curang mencuri maka bangsanya akan curang," kata Prabowo.

"Kalau guru-guru ajarkan murid-muridnya jadi penakut maka bangsa akan jadi penakut. Maka kelangsungan bangsa Indonesia adalah berada pada guru-guru," sambungnya.

Dia menambahkan, universitas atau perguruan tinggi merupakan hal tertinggi dalam sebuah peradaban serta wujud kecerdasan dan kecanggihan.

"Universitas ibarat bank dan tempat deposito pengetahuan pengalaman kebijakan dan kebajikan. Tidak hanya knowledge tapi wisdom," ucapnya.

Sementara, Presiden Gerak Indonesia, Prof Muhammad Budi Djatmiko dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia merasa bangga mendukung Prabowo sebagai Presiden. Sujatmiko pun menyampaikan aspirasi untuk perguruan tinggi kepada Prabowo jika terpilih kelak.

Pertama, kata dia, APBN untuk perguruan tinggi swasta di Indonesia masih kurang. Sementara, porsi dana negara untuk perguruan tinggi negeri lebih besar sebanyak 7,5 persen. Padahal, indikator-indikator pengukuran bagi perguruan tinggi swasta maupun negeri sama saja. Kemudian, anggaran riset perguruan tinggi swasta juga masih kecil.

"Tentu saya mohon agar jika Allah berkehendak Prabowo Presiden mohon anggaran perguruan tinggi swasta ditingkatkan," ucapnya.

Kemudian, Sujatmiko merasa permasalahan perguruan tinggi di Indonesia terlalu dicengkram pemerintah. Padahal, di undang-undang Pendidikan Nasional tahun 2003 perguruan tinggi (PT) bersifat otonomi.

"Permasalah PT di Indonesia. UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 katakan bahwa PT bersifat otonomi. Tapi besarnya kungkungan pemerintah kontrol perguruan tinggi swasta dan ini tidak boleh dilakukan," paparnya.

Lanjutnya, pihaknya telah mempelajari dari 32 negara maju bahwa pendidikan tidak dikenakan pajak. Dia pun menganggap pemerintah sekarang melihat kampus swasta layaknya perusahaan.

"Dosen tidak kena pajak jika mereka beli buku dan mahasiswa tidak kena pajak kalau berorientasi pendidikan," tuturnya.

Selain itu, pemerintah belum mampu menyediakan program pascasarjana bagi para dosen. Padahal, dalam aturan pendidikan syarat menjadi dosen memiliki gelar strata dua.

"Kalau Prabowo presiden kami minta dosen yang masih S1 bisa dapat beasiswa agar dapat S2. Agar mereka bisa buka sekolah-sekolah di daerah luar Jawa," pintanya.

"Kami harap mudah-mudahan Allah kabulkan doa kita bersama, saya Muhammad Budi Djatmiko memproklamirkan dan mendeklarasikan bahwa Gerak Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus mendukung sekuat-kuatnya pada Prabowo-Sandi. Prabowo Presiden," tandas Prabowo. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini