Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin disarankan tetap bawa PKB ke dalam koalisi Jokowi

Cak Imin disarankan tetap bawa PKB ke dalam koalisi Jokowi Deklarasi Jokowi-Cak Imin untuk Pilpres 2019. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan, tetap bersama koalisi Joko Widodo di Pilpres 2019. Namun dengan syarat, Jokowi menunjuk Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres.

Bahkan PKB telah mendeklarasikan JOIN, yakni Jokowi-Cak Imin. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai, memang sebaiknya PKB tetap bersama Jokowi.

Alasannya, hampir semua hasil survei menunjukkan saat ini belum figur lain yang bisa menandingi Jokowi dan Prabowo dari sisi elektabilitas dan ketokokan sebagai capres 2019.

Jika pun PKB akan membentuk koalisi baru, Emrus menyarankan, agar melakukan kalkulasi politik sematang mungkin.

"Mereka harus bekerja sama dengan calon-calon yang memiliki peluang tinggi untuk menang. Sekarang ya masih Pada Jokowi dan Prabowo. Sementara paslon lain, misalnya Gatot Nurmantyo masih jauh di bawah. Selisih antara Pak Jokowi dengan Prabowo saja berbeda 20 persen," jelas Emrus saat dihubungi, Sabtu (23/6).

Cak Imin sempat terlibat perseteruan dengan Ketum PPP Romahurmuziy (Romi). Cak Imin protes lewat Twitter, tentang statement Romi menyangkut ajakan tetap berada di koalisi Jokowi.

Cak Imin dan Rommy memang sempat bertemu saat halal bihalal keluarga besar Bani Hasbullah Said di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Tapi, siaran pers Rommy tersebut dianggap pelintiran oleh Cak Imin.

Malah, menurut Cak Imin, Rommy menanyakan peluangnya maju dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019.

Emrus menilai, Gatot juga belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan elektabilitas.

"Kalau Gatot tetap dicalonkan, pasti butuh energi yang lebih banyak untuk menyatunya partai-partai pendukung, karena dia kan bukan ketua umum partai," imbuhnya.

Lebih dari itu, PKB tidak mungkin sendiri mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden. Paling tidak ada dua atau tiga partai sehinngga memungkinkan terpenuhi Presidential Threshold 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen suara nasional.

"Memang sudah seharusnya partai-partai itu membuat keputusan (koalisi atau tidak) agar rakyat lebih cepat tahu, siapa paslon definitif, dan bisa mendiksikan, mengkaji dan mengambil keputusan paslon yang mereka akan pilih," jelas Emrus.

Menanggapi cuitan Cak Imin, Rommy membenarkan bahwa dalam pertemuan itu sempat menyinggung Gatot. Gatot disinggung Rommy terkait peluang menjadi capres-nya Cak Imin. Rommy ingin Cak Imin segera memastikan sikap berkoalisi di pilpres.

Kendati demikian, dia tetap mengajak PKB agar tetap mendukung Jokowi di Pilpres mendatang.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP