BPN Prabowo Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres dalam Waktu Singkat

Selasa, 25 Juni 2019 23:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BPN Prabowo Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres dalam Waktu Singkat Sidang kedua sengketa Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Anggota tim hukum Prabowo-Sandi Teuku Nasrullah merasa sulit membuktikan kecurangan selisih 16,9 juta suara di Pilpres 2019. Pasalnya, hukum acara Mahkamah Konstitusi (MK) membatasi pengajuan permohonan sengketa hasil pilpres dengan tenggat waktu singkat.

BPN Prabowo-Sandi, kata Nasrullah, hanya memiliki satu hari untuk mengumpulkan C-1 dari seluruh TPS di Indonesia sebagai barang bukti. Menurutnya mustahil dalam waktu satu hari menghadirkan jutaan barang bukti tersebut.

"Kecurangan sebesar-besarnya jangan bikin selisih suara hanya 16 juta 900. Bikinlah sampai 25 juta selisihnya hasil suara toh dengan hukum acara sekarang kepada pemohon yang hanya dikasih waktu 1 hari sudah pasti tidak bisa dibuktikan," kata Teuku Nasrullah saat diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta, Selasa (25/6).

Nasrullah menganalogikan cerita seseorang bertemu dengan jin dalam botol yang bisa mengabulkan apapun keinginan orang tersebut. Namun, raja jin itu tak bisa memenuhi permintaan untuk membuktikan adanya kecurangan dari hasil suara 16,9 juta Pilpres 2019 dengan hanya diberikan waktu satu hari.

"Raja Jin tolong bangun jalan tol dan jembatan jembatan yang menghubungkan antara Indonesia, Cina, Korea Utara dan beberapa negara lainnya yang bisa saya tempuh dengan jalan kaki hanya 1 jam, kemudian raja jin bilang ya jangan yang berat-berat kayak begitu," kata Nasrullah.

Akhirnya, kata dia, raja jin diminta mengungkap pembuktian kecurangan dengan selisih 16 juta suara dalam waktu satu hari.

"Tolong bantu saya untuk bisa membuktikan hitung-hitungan suara di Mahkamah Konstitusi yang bisa selesai 1 hari dalam 1 hari persidangan. Terus Raja Jin tadi bilang mending masuk kembali ke botol atau yang ke pertama tadi deh lebih baik saya menyelesaikan jembatan itu daripada saya menyelesaikan hitungan-hitungan hanya satu hari," tuturnya.

Nasrullah khawatir, batas waktu hukum acara MK yang singkat bisa mendatangkan keburukan di Pilpres selanjutnya. Serta yang berkuasa bisa mempersiapkan kecurangan lebih dahsyat.

"Kalau sekarang Mahkamah Konstitusi menempatkan diri kepada hitung-hitungan, siapapun yang berkuasa sejak 2019-2024 akan mempersiapkan kecurangan yang lebih dahsyat pada hari H persidangan persidangan di MK tidak bisa dibuktikan," pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan keputusan KPU, jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah Prabowo Subianto- Sandiaga Uno 68.650.239. Sehingga selisih suara sebanyak 16.957.123. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini