BPN Dorong KPU dan Bawaslu Sikapi Indikasi Kecurangan Pemilu

Minggu, 21 April 2019 14:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BPN Dorong KPU dan Bawaslu Sikapi Indikasi Kecurangan Pemilu Rekapitulasi penghitungan suara. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mendorong penyelenggara pemilu menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan pemilu 2019 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Pembiaran terhadap dugaan kecurangan dinilai bisa mempengaruhi kualitas pemilu.

"Ada banyak sekali laporan indikasi kecurangan pemilu yang jika tidak diatasi sejak awal akan mempengaruhi keseluruhan kualitas pemilu," kata Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan, Minggu (21/4).

Menurut Ferry, selama proses pemilu ini, berbagai bentuk dugaan kecurangan terjadi. Mulai dari kertas suara tercoblos untuk salah satu paslon di Malaysia, hingga proses pemungutan suara yang dilakukan oknum petugas KPPS.

BPN bersyukur jika penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih konsisten dengan misinya dalam mewujudkan pemilu bersih, jujur dan adil. Sebab, kata Ferry, kecurangan pemilu bisa merontokkan moral bangsa ini.

"Sanggupkah kita tegak sebagai bangsa ketika hasil pemilu didapatkan dengan cara tidak benar dan itu dibiarkan," ucap Ferry.

Kini pemilu sudah berada di tahapan penghitungan suara. Untuk mengawal proses tersebut, Ferry mengajak masyarakat mengirimkan foto C1 ke BPN guna mengecek silang kesahihan antara data yang dikirim para relawan Prabowo-Sandi dengan data rekapitulasi suara KPU.

"Perhitungan suara ini intinya ada di C1. Kita bisa kroscek data antara yang dimiliki masyarakat, BPN dan KPU. Mari kita kawal proses ini agar terwujud pemilu jujur dan adil," kata Ferry.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan temuan mereka kepada Bawaslu.

"Kami persilakan apabila ada temuan-temuan terkait pelanggaran pemilu, dipersilakan dilaporkan ke Bawaslu," ucap komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi, Minggu (21/4). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini