AHY menjelaskan telah banyak diberikan wejangan oleh Ma’ruf terkait isu-isu pertanahan, hingga tata ruang yang dihadapi masyarakat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2).
Berdasarkan pantauan merdeka.com, rombongan AHY tiba di kediaman rumah dinas Ma’ruf Amin sekira pukul 15.10 WIB. AHY yang berada di dalam mobil dinas berbopol RI 44 langsung masuk ke rumah dinas.
Sowan AHY ke Ma’ruf Amin ini berlangsung setelah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (23/2) kemarin.
Advertisement
Advertisement
AHY menjelaskan banyak diberikan wejangan oleh Ma’ruf terkait isu-isu pertanahan, hingga tata ruang yang dihadapi masyarakat.
“Karena saya ingin memohon wejangan sekaligus juga arahan-arahan yang jelas terkait dengan urusan pertanahan agraria dan tata ruang ini. Beliau mengingatkan bahwa masih banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat kita di berbagai daerah,” kata AHY usai pertemuan, Sabtu (24/2).
AHY mengungkapkan Ma’ruf telah memberikan beberapa catatan terkait persoalan masyarakat di daerah. Di antaranya, kasus penyerobotan tanah yang dilakukan oleh para pengembang berujung kasus sengketa lahan.
Wapres Ma’ruf, kata AHY, juga mengingatkan kasus yang disebabkan oleh mafia tanah telah banyak merugikan rakyat. Sehingga, AHY memastikan akan berdiri di samping warga apabila berhadapan dengan para mafia.
“Diserobot oleh pengembang dan akhirnya nasibnya tidak menentu, kasihan, padahal ini rakyat kecil (korban mafia tanah). Jadi di sinilah yang menjadi tantangan terbesar bagi Kementerian ATR,” kata dia.
Advertisement
Di sisi lain, AHY juga diminta untuk bisa mempersiapkan diri sebagai penerus estafet kepemimpinan. Harapan besar diinginkan Ma’ruf yang akan menginjak usia 81.
“Pak Wapres kita beliau mengatakan, saya sebentar lagi usia 81 tahun, ada harapan besar bagi generasi penerus, kita-kita semua ini untuk bisa melanjutkan apa yang sudah baik. Sekaligus juga terus melakukan evaluasi apa saja bisa kita terus tingkatkan dan sempurnakan,” kata dia.
Evaluasi itu menyangkut PR pemerintah yang harus fokus mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Tujuannya agar kemandirian rakyat bisa terbangun dan tidak tergantung bantuan pemerintah.
“Kita harus makin fokus kepada pengentasan kemiskinan misalnya, bagaimana masyarakat ke depan tidak terlalu bersandar pada bantuan-bantuan pemerintah secara langsung. Tapi punya kemandirian,” ujarnya.
“Karena punya pekerjaan yang layak maksud saya, termasuk punya kewirausahaan, punya provit yang layak. Sehingga anggaran kita tidak terlalu besar habis untuk jaring pengaman sosial. Tapi bisa dilakukan pembangunan lainnya yang pada akhirnya akan menjadi pertumbuhan ekonomi,”
Advertisement
tambah dia.
merdeka.com