Alya Rohali dan Sekda Hardiono Masuk Survei Calon Wali Kota Depok

Senin, 13 Januari 2020 21:07 Reporter : Nur Fauziah
Alya Rohali dan Sekda Hardiono Masuk Survei Calon Wali Kota Depok Alya Rohali. ©kapanlagi.com

Merdeka.com - Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono didorong maju sebagai calon wali kota Depok di Pilkada serentak 2020. Nama Hardiono pun muncul dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Masyarakat Madani Peduli Depok yang bekerjasama dengan Center For Social Political Economic And Law Studies (CESPELS).

CESPELS merilis elektabilitas calon wali kota Depok incumbent, Idris Abdul Somad. Hasilnya, 50,4 persen responden ingin Depok dipimpin wali kota baru.

"Sementara sisanya yaitu 49,6 persen memberi kesempatan lagi pada pemimpin daerah saat ini (Idris Abdul Somad)," kata ketua Masyarakat Madani Peduli Depok, Abdul Rohim Marbun, Senin (13/1).

1 dari 3 halaman

Calon lain, dari hasil survei muncul nama presenter wanita, Alya Rohali dengan elektabilitas 24,6 persen. Imam Budi Hartono 18,7 persen dan Hardiono sebesar 8 persen. Imam Budi Hartono merupakan anggota DPRD Jabar dari PKS.

Survei menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan Desember 2019. Survei dilakukan di 11 kecamatan. Jumlah responden yang diambil sebanyak 658 orang.

"Kita berhasil mengumpulkan data-data ini yang didapat dari spektrum yang sangat majemuk," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Pihaknya juga berhasil memetakan tiga masalah utama yang paling meresahkan. Ketiga masalah utama itu pertama kemacetan. Hasilnya, 28,9 persen menilai kemacetan dianggap sangat serius, 26,1 persen dinilai serius dan cukup serius.

"Sedangkan 18 persen yang menilai kemacetan di Depok tidak masalah," tambahnya.

Kedua pengangguran, di mana 21 persen masyarakat Depok menganggap ini menjadi masalah yang sangat serius. Sedangkan, 34 persen menilai serius dan 29 persen menilai masalah ini cukup serius.

"Hanya 14,3 persen masyarakat Depok yang menilai tingkat pengangguran tidak masalah," paparnya.

3 dari 3 halaman

Ketiga masalah kemiskinan, masalah ini, kata dia, mendapatkan nilai 35 persen cukup serius, dan 29,3 persen menilai serius. "Dan 16.7 persen menilai sangat serius dan 17,8 persen sisanya tidak serius," tambahnya.

"Dari berbagai pertimbangan maka kami mendukung Pak Hardiono untuk maju," ucap Abdul Rohim.

Menanggapi hal itu, Hardiono mengaku jika memang ada warga yang menginginkan dirinya maju maka dia bersedia.

"Alhamdulillah ada masyarakat, yang merupakan akar rumput, mendukung, mendorong, mengusung dan semoga memilih saya, bila diamanahkan sebagai Walikota periode 2021-2024. Terima kasih, semoga keinginan masyarakat betul betul dikabulkan oleh Allah SWT, untuk perbaikan Depok ke depan," katanya. [rnd]

Baca juga:
NasDem Akui Adik Ipar Jokowi Daftar Penjaringan Bakal Calon Bupati Gunungkidul
Muncul Spanduk Bergambar Amien Rais di Solo, Sebut Purnomo Kader Terbaik PAN
Ipar Jokowi, Wahyu Purwanto Didorong Maju Pilkada Gunungkidul
Niat Gibran dan Bobby Maju Pilkada 2020 Dinilai Bukan Dinasti Politik Jokowi
FX Rudy Sebut Sebelum Dapat Rekomendasi Calon akan Dipanggil DPP PDIP

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini