UGM Bantu Babel Atasi Sampah Plastik dengan Alat Pengolah Inovatif, Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan BRIN menyerahkan alat pengolah sampah plastik kepada Pemprov Bangka Belitung, wujud nyata UGM bantu Babel atasi sampah plastik yang menggunung dan dorong pembangunan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UGM Bantu Babel Atasi Sampah Plastik dengan Alat Pengolah Inovatif, Solusi Lingkungan Berkelanjutan
Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan BRIN menyerahkan alat pengolah sampah plastik kepada Pemprov Bangka Belitung, wujud nyata UGM bantu Babel atasi sampah plastik yang menggunung dan dorong pembangunan berkelanjutan. (AntaraNews)

Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan masalah lingkungan di Indonesia. Pada Sabtu, 8 November, UGM secara resmi menyerahkan bantuan alat pengolah sampah plastik kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Penyerahan ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi tumpukan sampah plastik yang kian memprihatinkan di wilayah tersebut.

Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, menyambut baik inisiatif ini, menyatakan bahwa bantuan tersebut menjadi solusi vital bagi permasalahan sampah yang terus menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas TPA yang telah melampaui batas. Alat ini menjadi harapan baru untuk pengelolaan limbah yang lebih efektif.

Bantuan inovatif ini merupakan hasil kerja sama erat antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, serta Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Babel. Sinergi berbagai pihak ini menegaskan pentingnya riset dan teknologi dalam menjawab tantangan lingkungan. Program ini menjadi bukti nyata implementasi Hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).

Alat pengolah sampah plastik yang diserahkan UGM ini merupakan hasil riset bersama yang melibatkan BRIN dan UGM. Gubernur Hidayat Arsani mengungkapkan, "Kita menyaksikan salah satu langkah nyata dari kolaborasi ini, yakni serah terima alat pengolah sampah plastik hasil riset bersama pihak BRIN dan UGM." Inovasi ini dirancang khusus untuk mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai.

Alat ini memiliki kapasitas pengolahan 300 liter limbah plastik. Dalam waktu sekitar 1,5 jam, limbah plastik tersebut dapat diolah hingga menghasilkan cruel oil atau minyak mentah. Proses ini menawarkan solusi efisien dan cepat untuk mengurangi volume sampah plastik.

Lebih lanjut, proses pengolahan ini juga menghasilkan limbah berupa gas dan arang. Menariknya, kedua bahan sisa ini tetap dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Hal ini sejalan dengan konsep zero waste, memastikan tidak ada bahan yang terbuang sia-sia dari seluruh proses pengolahan.

Kehadiran alat ini sangat krusial mengingat kondisi TPA di Bangka Belitung. Gubernur Arsani menyoroti bahwa TPA di daerah tersebut telah mencapai kapasitas hingga 150 ton, jauh melampaui batas daya tampungnya. Bantuan ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi beban TPA dan mencegah penumpukan sampah yang lebih parah.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRIN dan UGM yang telah menghadirkan inovasi teknologi tepat guna ini," ujar Gubernur Hidayat Arsani. Menurutnya, mesin ini tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung. Ini adalah langkah maju dalam menjaga kelestarian alam.

Untuk memastikan efektivitas jangka panjang, Gubernur Arsani berpesan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan masyarakat. "Kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan masyarakat, saya berpesan agar alat ini tidak hanya digunakan, tetapi juga dijaga, dimanfaatkan secara berkelanjutan," tegasnya. Pesan ini menekankan pentingnya partisipasi aktif semua pihak dalam menjaga dan mengoptimalkan penggunaan alat pengolah sampah ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi