Trotoar di Belakang Grand Indonesia Jadi Sempit, Gubernur Pramono Anung Bakal Tertibkan
Pramono menegaskan, pembangunan trotoar yang nyaman dan aman menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta,
Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan trotoar di belakang Grand Indonesia (GI), Jakarta, yang mendadak menjadi sempit dan menyulitkan pejalan kaki. Publik pun ramai-ramai menyuarakan protes karena trotoar tersebut kini tak layak dilalui, apalagi bagi penyandang disabilitas.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia mengaku telah membaca dan mendengar langsung keluhan warganet serta berjanji akan menertibkan kawasan itu.
"Di belakang GI yang sekarang ini mengalami penyempitan karena begitu banyak parkir motor dan sebagainya. Kami akan tertibkan," tegas Pramono di Jakarta, Senin (16/6).
Trotoar Jakarta Ramah Pejalan Kaki
Pramono menegaskan, pembangunan trotoar yang nyaman dan aman menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta, terlebih untuk mendukung mobilitas masyarakat serta ramah bagi penyandang disabilitas.
"Sekarang ini kan kita lagi membuat pedestrian terutama di daerah-daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat. Pedestriannya mulai kita tata, kita sambungkan. Memang tidak bisa langsung semuanya, nggak mungkin lah. Karena itu butuh biaya yang cukup tinggi, tetapi kami memulai dan untuk memulai itu disabilitas menjadi prioritas," jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan, semua masukan dan aduan masyarakat di media sosial menjadi perhatian khusus. Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu memberi masukan.
"Saya mendapatkan laporan. Jadi saya sebagai gubernur memang jujur setiap waktu, setiap saat orang di tempat medsos saya (mendengar) dan (merespon) berbagai hal melaporkan itu," kata Pramono.
"Saya berharap masyarakat tetap memberikan saran dan kritik untuk perbaikan Jakarta," tambahnya.