PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung industri otomotif nasional dengan mempererat kemitraan bersama pemasok dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam dua tahun terakhir, perusahaan ini secara signifikan meningkatkan jumlah mitra strategisnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran proses produksi dan memperkuat ekosistem manufaktur di Indonesia.
Direktur Pemasaran dan Direktur Komunikasi Perusahaan PT ADM, Sri Agung Handayani, menyampaikan perkembangan positif ini. Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah mitra merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Kemitraan yang solid ini menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target produksi yang ambisius sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal.
Pengumuman ini disampaikan usai perayaan produksi kendaraan Daihatsu yang kesembilan juta di Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (22/8). Pencapaian monumental ini tidak lepas dari dukungan penuh para pemasok dan UKM yang tersebar di berbagai wilayah. Kemitraan yang terjalin ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan industri.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Jaringan Kemitraan Daihatsu di Seluruh Tier
Dalam dua tahun terakhir, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah mitra pemasok dan UKM. Sri Agung Handayani mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, ADM memiliki 1.600 pemasok dan 600 UKM mitra. Namun, kini jumlah tersebut telah bertambah menjadi 1.700 pemasok dan 700 UKM. Penambahan 100 UKM ini menunjukkan komitmen kuat ADM dalam memperluas jaringan kemitraan Daihatsu.
Penambahan 100 UKM mitra ini tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sri Agung Handayani menjelaskan bahwa UKM-UKM ini mencakup seluruh tier rantai pasok, mulai dari tier satu, dua, hingga tiga. Ini berarti ADM melakukan penyebaran kemitraan tidak hanya di Jakarta dan Karawang, tetapi juga di wilayah lain yang lebih jauh.
Wilayah-wilayah lain yang dimaksud mencakup kota-kota seperti Tegal, Surabaya, serta Jombang. Perluasan kemitraan Daihatsu ke daerah-daerah ini membawa dampak positif yang signifikan. Hal ini tidak hanya memperkuat rantai pasok produksi ADM, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal. Keterlibatan UKM di berbagai daerah ini menjadi bukti nyata komitmen ADM terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Kemitraan Daihatsu: Produksi 9 Juta Unit dan Penciptaan Lapangan Kerja
Peningkatan kemitraan Daihatsu dengan pemasok dan pelaku UKM telah membawa dampak positif yang berlipat ganda. Salah satu pencapaian terbesar adalah kemampuan PT ADM untuk memproduksi sembilan juta unit kendaraan sejak mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1978. Angka produksi yang fantastis ini merupakan bukti konkret dari sinergi yang kuat antara ADM dengan seluruh mitra pendukungnya.
Kendaraan kesembilan juta yang berhasil diproduksi adalah Daihatsu Terios, yang dirakit di Sunter Assembly Plant, Jakarta Utara. Keberhasilan mencapai milestone produksi ini tidak terlepas dari dukungan optimal yang diberikan oleh para pemasok dan pelaku UKM. Mereka berperan penting dalam menyediakan komponen dan jasa yang dibutuhkan untuk setiap unit kendaraan yang diproduksi.
Selain mendukung produksi, peningkatan kemitraan ini juga mendatangkan tambahan peluang kerja dan usaha di daerah-daerah tersebut. Keterlibatan UKM dari Tegal, Surabaya, hingga Jombang, secara langsung membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ini menunjukkan bahwa kemitraan Daihatsu tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Saat ini, Daihatsu telah memiliki enam fasilitas produksi serta fasilitas penunjang lainnya di Indonesia. Fasilitas tersebut meliputi kantor pusat, pusat riset dan pengembangan, pusat suku cadang, dan pusat logistik kendaraan. Dengan infrastruktur yang lengkap ini, fasilitas produksi Daihatsu mampu memproduksi hingga 530.000 unit kendaraan per tahun, menunjukkan kapasitas produksi yang sangat besar.
Sumber: AntaraNews