Tahukah Anda? Pemkot Surabaya Latih Petugas untuk Pemutakhiran Data DTSEN, Dimulai 1 Oktober 2025!

Pemkot Surabaya serius garap Pemutakhiran Data DTSEN dengan melatih petugas door-to-door. Akurasi data jadi kunci, siap-siap rumah Anda dikunjungi mulai 1 Oktober 2025!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemkot Surabaya Latih Petugas untuk Pemutakhiran Data DTSEN, Dimulai 1 Oktober 2025!
Pemkot Surabaya serius garap Pemutakhiran Data DTSEN dengan melatih petugas door-to-door. Akurasi data jadi kunci, siap-siap rumah Anda dikunjungi mulai 1 Oktober 2025! (Merdeka.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memulai langkah strategis dengan melatih ratusan petugas pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan akurasi data sebelum petugas terjun langsung ke lapangan.

Proses pendataan door-to-door atau dari rumah ke rumah warga di Surabaya dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun fondasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

M. Fikser, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, menekankan pentingnya program DTSEN sebagai pondasi kebijakan yang akurat. Program ini diharapkan dapat menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memiliki tiga tujuan utama yang krusial bagi keberlangsungan program pemerintah. Pertama, program ini berupaya menciptakan satu data terpadu untuk semua program, memastikan pemerintah hanya memiliki satu sumber data yang sama.

Sumber data tunggal ini akan menjadi dasar bagi berbagai kebijakan, mulai dari penyaluran subsidi hingga program perlindungan sosial. Dengan demikian, tumpang tindih data dan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diminimalisir secara signifikan.

Tujuan kedua adalah menjamin program tepat sasaran, mengingat kondisi keluarga yang dinamis dan terus berubah. Fikser menjelaskan, "Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error."

Terakhir, data yang mutakhir akan sangat mendukung perencanaan pembangunan jangka panjang yang lebih baik. Data ini akan menjadi landasan "dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based)," tambahnya.

Masyarakat Kota Surabaya diminta untuk bersiap dan kooperatif menyambut kedatangan petugas mulai 1 Oktober 2025. Petugas yang telah menjalani pelatihan khusus akan mendatangi seluruh keluarga di Kota Surabaya secara langsung.

Dalam prosesnya, petugas akan melakukan wawancara singkat untuk mengumpulkan berbagai data penting. Data tersebut meliputi identitas keluarga dan anggota keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, tingkat pendidikan, status kesehatan, serta sarana prasarana rumah tangga yang dimiliki.

Pendataan Pemutakhiran Data DTSEN ini akan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi resmi BPS, yaitu FASIH-Mobile. Untuk menjamin akurasi data, proses ini juga akan dilengkapi dengan pengambilan foto rumah serta pencatatan lokasi melalui fitur geotag.

Fikser juga memberikan jaminan terkait keamanan data warga yang dikumpulkan. "Semua informasi yang dikumpulkan dijaga kerahasiaannya," ujarnya, menegaskan komitmen Pemkot Surabaya. Partisipasi aktif dari warga sangat menentukan kelengkapan data, yang pada akhirnya akan membuat program pembangunan di Surabaya semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi