Tahukah Anda, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Produk Asrama? Ini Pentingnya Edukasi Lingkungan Pelajar Bali di Tengah Ancaman Banjir

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memberikan edukasi lingkungan pelajar Bali di SRMP 17 Tabanan, menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan pencegahan banjir yang melanda Bali. Mengapa generasi muda menjadi kunci?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Produk Asrama? Ini Pentingnya Edukasi Lingkungan Pelajar Bali di Tengah Ancaman Banjir
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memberikan edukasi lingkungan pelajar Bali di SRMP 17 Tabanan, menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan pencegahan banjir yang melanda Bali. Mengapa generasi muda menjadi kunci? (Merdeka.com)

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq baru-baru ini mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, untuk memberikan edukasi penting mengenai kepedulian lingkungan. Kunjungan ini berlangsung pada hari Sabtu, 13 September, di mana Menteri Hanif berinteraksi langsung dengan para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif menekankan urgensi pengelolaan sampah dan pentingnya memilah sampah sejak dini kepada generasi muda. Edukasi ini diberikan sebagai respons terhadap situasi lingkungan di Bali, khususnya setelah beberapa kabupaten/kota dilanda banjir.

Tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif pelajar dalam menjaga lingkungan. Menteri Hanif berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan dampak lingkungan negatif, seperti banjir yang sering terjadi.

Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Menjaga Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para pelajar SRMP 17 Tabanan. Beliau bahkan menyebut dirinya sebagai "produk" dari lingkungan asrama, serupa dengan pengalaman para siswa yang tinggal di sana.

Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di asrama, para pelajar diharapkan dapat menjadi bagian integral dari bangsa yang mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran. Program edukasi lingkungan ini dirancang untuk memusatkan seluruh energi mereka dalam membangun kapasitas diri.

Ancaman Lingkungan di Bali dan Solusi Edukasi

Edukasi lingkungan yang diberikan oleh Menteri Hanif sangat relevan dengan kondisi aktual di Bali, di mana sejumlah kabupaten/kota baru-baru ini mengalami banjir. Beliau menjelaskan bahwa salah satu penyebab banjir tersebut adalah kurangnya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menteri LH mencontohkan bagaimana tata lingkungan di Bali, termasuk jasa lingkungan air, belum berfungsi dengan baik. Hal ini diperparah dengan adanya konversi lahan pertanian dan hutan yang seharusnya dihindari untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dalam mengelola lingkungan menjadi krusial. Edukasi ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan lingkungan di masa depan.

Profil SRMP 17 Tabanan: Pusat Edukasi Lingkungan Berbasis Sosial

SRMP 17 Tabanan merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam upaya edukasi lingkungan pelajar Bali. Sekolah ini menampung 75 siswa dan siswi yang berasal dari keluarga tidak mampu di berbagai wilayah Bali, terbagi dalam tiga kelas.

Para siswa terdiri dari 36 perempuan dan 39 laki-laki, dengan mayoritas berasal dari Kabupaten Tabanan (61 orang), disusul Buleleng (7), Denpasar (4), dan Badung (3). Selama menempuh pendidikan, peserta didik ini tinggal di asrama yang disediakan di kawasan sekolah.

Saat ini, SRMP 17 menjadi satu-satunya Sekolah Rakyat di Bali yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Keberadaan sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan dan pembinaan karakter kepada anak-anak dari latar belakang kurang mampu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi