Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi meluncurkan inisiatif inovatif bernama Kelas Digital Huma Betang. Proyek ini menandai tonggak baru dalam transformasi pendidikan berbasis digital di Bumi Tambun Bungai. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas akses informasi dan sumber belajar bagi seluruh anak didik.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pendidikan tidak lagi hanya soal mencatat di buku. Sebaliknya, pendidikan kini berfokus pada pembukaan akses informasi yang lebih luas. Program ini juga diharapkan dapat memberikan kesetaraan materi pelajaran kepada siswa di kota maupun desa.
Diluncurkan pada pertengahan September, Kelas Digital Huma Betang menghadirkan sistem terpadu. Sistem ini memungkinkan pengelolaan kelas, absensi siswa, hingga ujian online dalam satu platform. Selain itu, pemantauan pembelajaran dapat dilakukan secara menyeluruh oleh pihak terkait.
Advertisement
Advertisement
Penerapan Kelas Digital Huma Betang dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang komprehensif. Sistem ini tidak hanya memfasilitasi pengelolaan kelas dan absensi siswa secara digital. Lebih dari itu, platform ini memungkinkan pembagian modul ajar hingga pelaksanaan ujian online yang terintegrasi.
Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan pentingnya kombinasi dalam pelaksanaannya. Beliau berharap digitalisasi tidak dilakukan secara 100 persen. Idealnya, perpaduan antara 25 persen menulis dan 75 persen digitalisasi dapat diterapkan untuk hasil optimal.
Selain aplikasi pembelajaran, Pemerintah Provinsi Kalteng juga mendistribusikan TV interaktif ke berbagai sekolah. Perangkat ini berperan penting dalam memudahkan interaksi antara guru dan siswa. Kehadiran TV interaktif juga mendukung pembelajaran yang lebih modern dan menyenangkan.
Advertisement
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menegaskan keunikan program ini. “Kelas Digital Huma Betang merupakan program pertama di Indonesia,” ujarnya. Program ini menjadikan seluruh pelaku pendidikan, mulai dari pengawas, guru, siswa, hingga Dinas Pendidikan, berada dalam satu platform digital yang sama.
Advertisement
Langkah inovatif ini akan terus dikembangkan demi menghadirkan kualitas pendidikan yang setara di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Reza Prabowo menekankan komitmen Pemprov Kalteng untuk terus menyempurnakan program ini. Tujuannya adalah untuk menyajikan pendidikan yang lebih berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Gubernur Kalteng secara khusus menginginkan tidak ada kesenjangan kualitas pendidikan. Beliau berharap tidak ada perbedaan signifikan antara pendidikan di pedalaman dan di perkotaan. Program Kelas Digital Huma Betang menjadi jembatan untuk mencapai tujuan kesetaraan ini.
Salah satu tenaga pendidik, Yostra Timi, seorang guru matematika di SMAN 2 Palangka Raya, menyambut baik terobosan ini. Ia menyampaikan rasa syukurnya karena program ini sangat membantu proses belajar mengajar. “Fitur-fitur seperti upload modul, ujian online, hingga absensi real time membuat pembelajaran lebih efektif,” jelas Yostra.
Advertisement
Yostra Timi menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar mereka kini dapat dipantau langsung oleh Gubernur. Hal ini menunjukkan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Kehadiran Kelas Digital Huma Betang benar-benar mentransformasi pengalaman pendidikan di Kalteng.
Sumber: AntaraNews