Tahukah Anda? APEC Sumbang 60% PDB Global, RI Dorong Inovasi Digital Inklusif di Kawasan

Menteri Luar Negeri RI menyerukan kerja sama APEC untuk mewujudkan inovasi digital inklusif yang merata, mengatasi kesenjangan digital, dan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di kawasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? APEC Sumbang 60% PDB Global, RI Dorong Inovasi Digital Inklusif di Kawasan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendesak APEC untuk mewujudkan inovasi digital inklusif yang merata, mengingat potensi besar kawasan dan kesenjangan konektivitas digital yang masih ada. (AntaraNews)

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono telah menyerukan kepada organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk bersama-sama mewujudkan kemajuan digital dan inovasi yang inklusif. Seruan ini bertujuan agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di kawasan Asia-Pasifik.

Pernyataan penting tersebut disampaikan oleh Menlu Sugiono dalam agenda Pertemuan Tingkat Menteri APEC yang berlangsung di Gyeongju, Korea Selatan, pada hari Kamis. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa APEC memiliki potensi besar untuk memimpin model inovasi yang berpusat pada manusia.

Menurutnya, kekuatan ekonomi, skala demografi, dan teknologi yang dimiliki APEC menjadi modal utama. Model inovasi ini diharapkan dapat memberdayakan manusia melalui teknologi, bukan justru menggantikannya dalam berbagai aspek kehidupan.

Revolusi teknologi, transisi demografi, dan bangkitnya ekonomi kreatif menawarkan peluang besar bagi dunia, khususnya bagi negara-negara anggota APEC. Namun, Menlu Sugiono menyoroti bahwa kemajuan transformasi digital di kawasan Asia-Pasifik masih belum tersebar secara merata.

Faktanya, "hampir setengah dari wilayah kita masih belum terkoneksi" dengan infrastruktur digital yang memadai. Kondisi ini menjadi tantangan serius meskipun negara-negara APEC berkontribusi hingga 60 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global.

Selain itu, kawasan APEC juga memimpin dalam hal penelitian dan pengembangan serta hak paten di tingkat dunia. Oleh karena itu, Menlu RI mendesak APEC untuk memprioritaskan kerja sama dalam mengatasi kesenjangan digital ini.

Langkah-langkah yang diserukan meliputi investasi infrastruktur digital, pembinaan kapasitas dan literasi digital, serta mendorong pelibatan wanita dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam upaya transformasi digital yang inklusif.

Inovasi digital tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang baru yang signifikan bagi umat manusia. Menlu Sugiono menekankan bahwa peluang ini harus dioptimalkan dengan membina ekosistem yang kondusif untuk mendorong inovasi dan kreativitas di seluruh sektor.

Ia menambahkan, "Di sinilah kekuatan ekonomi kreatif membangun ekonomi yang tangguh dan berpusat-pada-manusia yang berakar pada kebudayaan, teknologi, dan talenta." Konsep ini menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia sendiri telah menunjukkan potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, dengan kontribusi mencapai 90 miliar dolar AS terhadap ekonomi nasional. Sektor ini juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 26,5 juta orang, menunjukkan dampak positifnya.

Melihat potensi tersebut, Menlu RI menyerukan agar negara-negara APEC bersama-sama mendorong sektor ekonomi kreatif. Hal ini dianggap sebagai "syarat strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif" di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi