Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi potensi kemacetan lalu lintas saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Sebanyak 200 personel akan dikerahkan secara masif pada Rabu, 31 Desember, untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan di berbagai titik keramaian. Langkah ini diambil untuk memastikan perayaan tahun baru dapat berjalan aman dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta Timur.
Kepala Seksi Operasi Sudin Perhubungan Jaktim, Emiral August Dwinanto, menyatakan bahwa pengerahan personel ini bertujuan utama untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di malam puncak perayaan. Personel tersebut akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang diprediksi menjadi pusat keramaian. Selain itu, koordinasi erat juga dilakukan dengan berbagai unsur keamanan lainnya untuk menciptakan suasana kondusif.
Tidak hanya personel, Sudinhub Jakarta Timur juga menyiagakan 20 unit mobil derek sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai insiden di jalan raya. Mobil-mobil derek ini akan siap bertindak cepat untuk menangani parkir liar atau kendaraan mogok yang dapat memicu kemacetan. Kesiapan ini menunjukkan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran mobilitas warga selama momen penting tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pengerahan Personel dan Titik Fokus Pengamanan Malam Tahun Baru
Pengamanan Malam Tahun Baru Jakarta Timur akan melibatkan sekitar 200 personel Sudinhub yang disebar ke berbagai lokasi strategis. Emiral August Dwinanto menjelaskan bahwa personel ini akan ditempatkan di area-area yang menjadi magnet keramaian. Beberapa titik fokus meliputi kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Velodrome Rawamangun, dan Flyover Pasar Rebo, yang dikenal sebagai lokasi padat saat perayaan.
Personel Sudinhub Jaktim tidak bekerja sendiri, melainkan akan bergabung dengan unsur terkait lainnya dalam sembilan pos pengamanan terpadu. Kolaborasi ini melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta elemen masyarakat. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengamanan yang lebih efektif dan terkoordinasi.
Sembilan pos pengamanan terpadu tersebut tersebar di beberapa lokasi vital di Jakarta Timur. Pos-pos ini mencakup kawasan TMII, Tamini Square, Panasonic Gobel Jalan Raya Bogor, dan PGC Cililitan. Selain itu, pos pengamanan juga didirikan di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Terpadu Pulo Gebang, Pos Pam Haji Naman, Kolong Tol Cakung, serta Stasiun Jatinegara. Penempatan pos ini dirancang untuk mencakup area-area dengan mobilitas tinggi.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Timur
Selain pengerahan personel, Sudinhub Jakarta Timur juga menyiapkan 20 mobil derek untuk mendukung kelancaran Pengamanan Malam Tahun Baru Jakarta Timur. Kendaraan derek ini memiliki peran krusial dalam mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas. Mereka akan bertugas menindak tegas parkir liar yang dapat menghambat arus kendaraan atau membantu evakuasi kendaraan mogok yang berpotensi memicu kemacetan panjang.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menambahkan bahwa rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Keputusan untuk melakukan pengalihan atau contra flow akan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Apabila terjadi kemacetan yang sangat panjang dan signifikan, barulah tindakan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan.
Hingga saat ini, kondisi arus lalu lintas di wilayah Jakarta Timur masih terpantau normal dan kondusif. Alfian Nurrizal berharap kondisi ini dapat terus terjaga hingga malam pergantian tahun. Pihak kepolisian dan seluruh elemen pengamanan berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada gangguan berarti selama perayaan malam tahun baru, sehingga masyarakat dapat merayakannya dengan aman dan nyaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews