Siswa SDN 1 Tualang Cut Antusias Nikmati Air Minum RO Bantuan Kemhan-Unhan Pasca-Banjir Aceh Tamiang

Siswa SDN 1 Tualang Cut di Aceh Tamiang kini dapat menikmati air minum RO bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Universitas Pertahanan (Unhan) pasca-banjir, menghadirkan solusi air bersih yang sangat dibutuhkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Siswa SDN 1 Tualang Cut Antusias Nikmati Air Minum RO Bantuan Kemhan-Unhan Pasca-Banjir Aceh Tamiang
Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Universitas Pertahanan (Unhan) hadirkan Air Minum RO di SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang. Bantuan ini disambut antusias siswa pasca-banjir, memastikan akses air bersih yang vital. (AntaraNews)

Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih dalam masa pemulihan pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut. Di tengah kondisi ini, para siswa SDN 1 Tualang Cut menunjukkan antusiasme tinggi saat menikmati air minum hasil teknologi Reverse Osmosis (RO) yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan). Bantuan ini menjadi angin segar bagi ratusan siswa yang terdampak bencana, memastikan ketersediaan akses air bersih yang aman untuk dikonsumsi.

Kehadiran instalasi air minum RO ini sangat vital, mengingat akses air bersih di lingkungan sekolah masih terbatas setelah banjir. Para siswa tidak lagi perlu khawatir membawa air dari rumah atau mencari sumber air lainnya, karena kini mereka bisa langsung minum air bersih di sekolah. Inisiatif Kemhan dan Unhan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung keberlanjutan aktivitas belajar mengajar di sekolah yang beranggotakan 324 siswa aktif tersebut.

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya tanggap bencana yang lebih luas, di mana Unhan berperan sebagai think-tank pertahanan dalam mendesain solusi berkelanjutan untuk kebutuhan air bersih saat bencana. Sebanyak 60 unit instalasi penjernih air siap minum melalui RO telah dipasang di berbagai fasilitas umum di Kabupaten Aceh Tamiang. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan institusi pendidikan dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Antusiasme Siswa Terhadap Air Bersih RO

Mutazam, siswa kelas IV SDN 1 Tualang Cut, mengungkapkan kegembiraannya bisa menikmati air bersih langsung di sekolah. Menurutnya, air RO memiliki rasa yang enak dan tidak berbau, berbeda dengan kondisi air yang mungkin ia temui sebelumnya. Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Ahza Mukaramussalim, yang menyebut air RO terlihat jernih dan nyaman diminum setelah beraktivitas belajar yang cukup melelahkan.

Muhammad Vais, siswa kelas IV lainnya, menambahkan bahwa kehadiran air minum RO sangat membantu, terutama setelah banjir, karena ia tidak perlu lagi membawa air dari rumah. Ketersediaan air bersih ini memungkinkan siswa untuk langsung minum saat haus, mendukung kesehatan dan kenyamanan mereka di lingkungan sekolah. Ahmad Alpi Raisi, juga siswa kelas IV, merasakan air minum RO sangat segar dan bersih, mendorongnya dan teman-temannya untuk rutin mengonsumsi air tersebut.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama antusiasme siswa. Ahmad Alpi Raisi menjelaskan bahwa untuk mendapatkan air, mereka hanya perlu memutar keran, menadah air dengan gelas, dan langsung bisa diminum. Proses yang sederhana ini memastikan bahwa siswa dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan hidrasi mereka sepanjang hari di sekolah.

Peran Vital Bantuan Kemhan dan Unhan di Tengah Keterbatasan

Melisa, salah satu guru di SDN 1 Tualang Cut, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan instalasi RO dari Kemhan dan Unhan. Ia menekankan bahwa sekolahnya masih terdampak parah bencana banjir, dengan 324 siswa aktif yang sangat membutuhkan akses air bersih. Keterbatasan akses air bersih menjadi tantangan besar, terutama saat kegiatan belajar mengajar (KBM) telah kembali berjalan, meskipun belum optimal.

Sejak 5 Januari 2026, KBM di SDN 1 Tualang Cut telah dibuka kembali secara terbatas, hanya dua jam sehari. Hal ini menyesuaikan kondisi sekolah yang masih kotor dan belum sepenuhnya layak untuk kegiatan belajar mengajar normal. Dengan kondisi tersebut, ketersediaan air minum RO menjadi sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan kebersihan siswa serta staf pengajar.

Melisa, yang juga ditunjuk sebagai operator instalasi RO karena tinggal di lingkungan sekolah, menjelaskan bahwa air RO yang dihasilkan sudah bersih dan layak minum langsung. Ia membandingkan kualitasnya dengan air RO yang dijual di pasaran, menegaskan bahwa rasanya sama dan tidak kalah. "Ini sangat bermanfaat, airnya sudah bersih sudah bisa kita minum secara langsung tadi kan? Rasanya juga sama seperti air-air RO yang ada di luar. Jadi karena kan di sekitar sini tuh belum banyak yang beroperasi usaha RO-nya," kata Melisa.

Teknologi Reverse Osmosis untuk Air Siap Minum

Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) telah memasang total 60 unit instalasi penjernih air siap minum berbasis RO di berbagai fasilitas umum di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk SDN 1 Tualang Cut. Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, Komandan Satuan Tugas Air Bersih di Wilayah Aceh Tamiang sekaligus Kepala Program Studi Informatika Unhan, menjelaskan bahwa Unhan sebagai think-tank pertahanan telah mendesain solusi berkelanjutan untuk kebutuhan air bersih di saat bencana.

"Inilah memang salah satu karya anak bangsa untuk membantu wilayah yang terkena dampak bencana," ujar Kolonel Adam. Ia menyoroti bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata kontribusi anak bangsa dalam penanganan pasca-bencana. Instalasi ini dirancang untuk memastikan ketersediaan air bersih yang aman dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diyan Parwatiningtyas, Dosen Program Studi Fisika Fakultas MIPA Militer Unhan sekaligus peneliti instalasi RO, menjelaskan cara kerja teknologi ini. Reverse Osmosis (RO) memurnikan air melalui proses filtrasi dan tekanan tinggi, yang secara efektif menghasilkan air bebas bakteri dan virus. Proses ini juga menjaga parameter penting seperti pH netral, salinitas nol, dan total zat terlarut (TDS) sesuai dengan standar konsumsi air minum.

"Jadi pada dasarnya reverse osmosis itu adalah pembalikan suatu nilai air, bagaimana kita mengembalikan esensi air itu menjadi jernih, menjadi murni lagi melalui beberapa teknik," jelas Diyan. Teknologi ini memastikan bahwa air yang dihasilkan tidak hanya bersih secara fisik tetapi juga aman secara mikrobiologi, menjadikannya solusi ideal untuk kebutuhan air minum di daerah yang akses air bersihnya terganggu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi