Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini tengah fokus membina siswa-siswi berprestasi di bidang sains. Pembinaan ini dilakukan melalui pendalaman Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak jenjang SMA, dengan memanfaatkan pembelajaran berbasis praktik di laboratorium fisika. Program ini bertujuan untuk mengasah kemampuan ilmiah siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi bergengsi.
Guru IPA SRT 9 Banjarbaru, Steffy, menjelaskan bahwa proses pendalaman materi dilakukan secara bertahap, menekankan pemahaman konsep dasar dan keterampilan ilmiah. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga di laboratorium yang dilengkapi alat ukur presisi, guna melatih ketelitian dan kemampuan analisis siswa. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Sekolah Rakyat untuk mencetak generasi unggul.
Tiga siswa kelas X SMA, Daffa (14), Sentia (15), dan Nindiana (15), terpilih untuk mengikuti kelas pendalaman IPA intensif ini, berdasarkan minat dan potensi mereka di bidang sains. Mereka dipersiapkan tidak hanya untuk seleksi mahasiswa baru jalur prestasi di perguruan tinggi, tetapi juga untuk ajang bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Advertisement
Advertisement
SRT 9 Banjarbaru menerapkan metode pembelajaran IPA yang inovatif dan aplikatif. Guru Steffy, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Kota Malang, Jawa Timur, memimpin program pendalaman ini dengan pendekatan praktis. Siswa diajak langsung berinteraksi dengan berbagai alat ukur di laboratorium fisika, seperti jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca.
Melalui praktik langsung, siswa dilatih untuk mengukur diameter, panjang, dan massa berbagai benda, termasuk koin dan batang statis. Mereka juga diajarkan menghitung dengan rumus-rumus fisika, membiasakan diri menerapkan metode ilmiah dalam setiap pembelajaran. Pendekatan ini memastikan siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga memahami aplikasi konsep sains dalam kehidupan nyata.
Steffy menegaskan bahwa pendalaman materi fisika ini diberikan secara rutin, tidak hanya dalam jam pelajaran formal di kelas. Fokus utama adalah membangun fondasi yang kuat dalam ilmu fisika, yang sangat penting untuk pengembangan potensi ilmiah siswa. Program ini menjadi bukti komitmen SRT 9 Banjarbaru dalam menyediakan pendidikan berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Salah satu siswa pilihan yang mengikuti program pendalaman IPA adalah Daffa, seorang remaja berusia 14 tahun. Daffa, yang sebelumnya gemar belajar matematika, kini mulai tertarik mendalami materi fisika berkat metode pengajaran aplikatif di Sekolah Rakyat. Ia merasakan manfaat besar dari peralatan lengkap dan modern yang tersedia di laboratorium.
Daffa berasal dari Banjarmasin dan merupakan bagian dari keluarga dengan perekonomian rendah, berada dalam desil 1 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi ini mencerminkan mayoritas siswa di SRT 9 Banjarbaru, yang mendapatkan kesempatan pendidikan berkualitas melalui program ini. Kisah Daffa menjadi inspirasi tentang bagaimana akses pendidikan dapat mengubah arah hidup.
Meskipun nilai matematikanya saat SMP belum begitu baik, Daffa memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menyadari pentingnya pendidikan untuk masa depannya, terinspirasi dari orang tuanya yang selalu mengingatkan untuk terus belajar agar bisa bermanfaat. Motivasi kuat ini mendorong Daffa untuk terus berprestasi di bidang sains.
Advertisement
Advertisement
Laboratorium fisika SRT 9 Banjarbaru akan menjadi salah satu fasilitas yang akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan ini dijadwalkan pada Senin (12/1), dalam rangka peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang terpusat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial, Banjarbaru. Ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah terhadap program tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang sebelumnya meninjau SRT 9 Banjarbaru, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik. Menurutnya, pendekatan ini krusial agar siswa dapat memahami manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan nyata. Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengaitkan teori dengan aplikasi sehari-hari, mendorong prestasi yang membanggakan.
Kementerian Sosial telah mengumumkan hasil pengukuran potensi siswa berbasis teknologi. Dari 16 ribu siswa Sekolah Rakyat, sebanyak 37,4 persen atau 1.828 siswa memiliki potensi di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Lebih lanjut, 1.204 siswa dari kelompok STEM ini menunjukkan bakat pada bidang teknik, seperti mekanik, teknisi otomotif, insinyur sipil, operator industri, hingga arsitek.
Advertisement
Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemetaan potensi ini sangat penting sebagai panduan bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama. Data ini akan membantu mereka dalam memberikan pengajaran yang lebih terarah dan sesuai bakat siswa selama beberapa tahun ke depan. Program pendalaman sains ini merupakan bagian dari upaya Sekolah Rakyat menghadirkan pendidikan berkualitas dan berorientasi prestasi.
Advertisement
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, dirancang untuk menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam pemerataan pendidikan.
Model Sekolah Rakyat dirancang sebagai upaya pengentasan kemiskinan terpadu, mengintegrasikan berbagai program unggulan pemerintah. Di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup siswa dan keluarganya.
Hingga tahun 2025, Kementerian Sosial mencatat telah dibangun sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan. Fasilitas ini mampu menampung 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Angka ini menunjukkan skala besar program dalam mendukung pendidikan di seluruh Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews