Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat telah merampungkan pembangunan empat unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Proyek ini bertujuan untuk memperlancar kembali aktivitas warga setempat yang sempat terhambat.
Pembangunan jembatan-jembatan ini menjadi solusi cepat setelah akses utama warga terputus akibat terjangan banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Keberadaan jembatan darurat ini sangat krusial untuk mobilitas sehari-hari dan perekonomian lokal.
Dengan selesainya pengerjaan ini, masyarakat di beberapa nagari terdampak kini dapat kembali menggunakan jalur penghubung tersebut. Ini menandai langkah signifikan dalam upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah Agam.
Advertisement
Advertisement
Banjir bandang yang melanda Palembayan pada 27 November 2025 lalu menyebabkan putusnya jembatan penghubung antar kampung, mengakibatkan masyarakat terisolasi hampir tiga minggu. Kondisi ini sangat menghambat aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan bagi anak-anak.
Sebelumnya, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bambu dan pohon pinang yang kondisinya tidak memadai dan berisiko. Lebar Sungai Batang Nanggang juga membesar drastis dari delapan meter menjadi lebih dari 100 meter akibat dampak banjir bandang tersebut.
Akibat terputusnya jembatan, akses lalu lintas lumpuh total dan masyarakat tidak bisa bepergian karena jalan penghubung lain berjarak sekitar tujuh kilometer. Situasi ini sangat memukul warga, terutama 33 kepala keluarga di Padang Landua yang bergantung pada akses ini untuk membawa hasil pertanian mereka.
Advertisement
Advertisement
Empat jembatan darurat dari kayu yang dipasang di Sungai Batang Nanggang Kecamatan Palembayan telah selesai dibangun 100 persen. Pembangunan ini melibatkan 30 personel Sat Brimob Polda Sumbar yang dibantu oleh masyarakat setempat.
Proses pembangunan membutuhkan waktu selama satu bulan secara bertahap, dengan setiap jembatan diselesaikan dalam waktu satu minggu hingga paling lama 10 hari. Kompol Dasrinal, Kepala Sub Satuan Tugas Tanggap Darurat Sat Brimob Polda Sumbar, menjelaskan bahwa dua jembatan berada di Koto Alam dan dua lainnya di Kampung Tangah Timur serta Kampung Tangah Barat.
Dua dari empat jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat dan berfungsi sebagai urat nadi ekonomi masyarakat setempat, menghubungkan Padang Gadiah menuju Padang Landua dan Jorong Koto Alam menuju Subarang Aia. Sementara itu, dua unit lainnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, namun tetap vital untuk akses sehari-hari.
Advertisement
Jembatan-jembatan ini kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membawa hasil pertanian berupa padi dari sekitar 50 hektare lahan, kelapa sawit, dan tanaman lainnya, serta sebagai akses anak-anak pergi ke sekolah.
Advertisement
Selain jembatan darurat, Sat Brimob Polda Sumbar juga berencana membangun jembatan bailey di Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan. Jembatan bailey ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk konektivitas yang lebih kokoh.
Saat ini, material untuk pembangunan jembatan bailey sedang dalam perjalanan menuju Salareh Aia Timur. Pengerjaan akan langsung dilakukan setelah material tiba di lokasi.
Diharapkan jembatan bailey ini sudah bisa digunakan pada awal Februari 2026, memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk akses yang lebih stabil dan aman. Fahmi Agusra, salah seorang warga Koto Alam, menyampaikan terima kasih kepada relawan Polri atas pembangunan jembatan darurat yang kokoh dan aman, sangat membantu masyarakat setelah terisolasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews