Seorang atlet silat asal Kabupaten Blora mengalami kejang setelah terkena benturan kepala saat bertanding melawan atlet asal Surakarta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng Elhamangto Zuhdan mengatakan, menyebut kejadian kejang yang dialami atlet tersebut merupakan gangguan neurologis.
"Jadi akibat benturan kepala sehingga memengaruhi aktivitas listrik otak pada atlet tersebut sehingga mengalami kejang-kejang. Ini merupakan gangguan neurologis," kata Elhamangto di lobi kantor Gubernur Jateng, Kamis (29/10).
Berdasarkan evaluasi terhadap durasi kejang dan pemeriksaan tanda-tanda vital, kondisi atlet tersebut dinilai tidak menunjukkan gangguan serius. Ia menegaskan, bahwa kondisi ini tidak termasuk stroke.
"Tidak stroke, tapi kejang setelah benturan kepala tetap membutuhkan perhatian medis," ujar dia.
Terkait prosedur penghentian pertandingan, pohaknya menjelaskan, keputusan tersebut menjadi kewenangan dokter pertandingan sesuai dengan ketentuan masing-masing cabang olahraga.
"Menurut kedokteran, bila ada tanda-tanda mengancam jiwa atau kegawatdaruratan yang mengancam jiwa, tentu harus segera dilakukan tindakan penyelamatan," kata dia.
Sampai saat ini, dia belum memberikan penilaian lebih jauh mengenai keputusan penyelenggara pertandingan dalam insiden tersebut. Dalam pertandingan tersebut juga ada dokter pertandingan.
"Setiap pertandingan yang punya risiko body contact memang di situ nanti yang memutuskan adalah dokter pertandingan. Kami tim medis hanya melaksanakan tugas setelah diberikan sinyal oleh teman-teman dokter pertandingan," kata dia.
Advertisement
Evaluasi SOP Pertandingan
Kasus tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan Porprov Jateng 2026, terutama mengenai kesiapan tim medis dan penerapan prosedur keselamatan atlet selama pertandingan.
Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso mengatakan, pihak KONI Jateng akan mengevaluasi SOP pertandingan dan meningkatkan dukungan medis, termasuk jumlah ambulans hingga tenaga medis.
KONI Jateng juga menegaskan bahwa setiap cabang olahraga memiliki risiko yang harus diantisipasi. Sehingga keselamatan atlet perlu menjadi prioritas.
"Pertama, kami sampaikan untuk peningkatan kualitas SOP yang memberi ruang untuk kepentingan keselamatan atlet lebih diutamakan," pungkas Budi.
Sebelumnya peristiwa tersebut terjadi pada babak perempat final kelas D putra cabang pencak silat Porprov Jateng XVII/2026 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (27/10).
Pertandingan mempertemukan Kukuh Angga W dari kontingen Kabupaten Blora yang berada di sudut biru melawan Ginting dari kontingen Kota Surakarta di sudut merah.
Dalam pertandingan itu, Kukuh terjatuh setelah menerima teknik bantingan dari lawannya. Bagian belakang kepalanya membentur matras hingga mengalami kejang - kejang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387057/original/013570200_1793429605-IMG-20261029-WA0196.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387056/original/055780800_1793429487-1001222884.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387073/original/023910200_1793430308-IMG-20261029-WA0196.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387036/original/044397900_1793428608-1001809971.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362470/original/031643000_1790809082-1522274.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387025/original/000768000_1793426751-WhatsApp_Image_2026-10-30_at_21.11.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386164/original/081238400_1793335194-email-attachment_2026_10_30_arie-sunaryo_tengah-malam-digeruduk-polisi-santriwati-ponpes-sukoharjo-dibawa-ke-polres_IMG-20261030-WA0015.jpg)