Banjir dan Longsor Segera Datang, Simak Sederet Imbauan BNPB Ini

Lewat konferensi pers, BNPB menyampaikan langkah kesiapsiagaan banjir serta longsor bagi pemda, relawan, dan masyarakat. Ini yang diimbau.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Banjir dan Longsor Segera Datang, Simak Sederet Imbauan BNPB Ini
BNPB Keluarkan Imbauan Peringatan Bencana untuk Pemda, Relawan, hingga Masyarakat

Menjelang puncak musim hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah memprioritaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor yang meningkat di berbagai wilayah.

Imbauan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring pada Kamis (29/10/2026).

Dia menekankan kewaspadaan atas bencana hidrometeorologi basah saat hujan deras terjadi berkepanjangan di suatu daerah.

Berton meminta pemerintah daerah mengaktifkan posko siaga, memastikan peralatan serta logistik siap digunakan, sekaligus membersihkan sungai, drainase, dan gorong-gorong sebelum puncak hujan. Ia juga mendorong pemetaan wilayah rawan banjir dan longsor, termasuk pemukiman pesisir.

"Untuk itu, kami bisa sampaikan aktifkan posko siaga, cek kesiapsiagaan peralatan maupun logistik yang sudah ada di wilayah masing-masing," ujar Berton, Kamis (29/10/2026).

"Bersihkan sungai, drainase, gorong-gorong sebelum puncak hujan tiba. Petakan dan pantau wilayah rawan banjir, longsor, dan terutama masyarakat yang ada di pesisir," sambung Berton.

Selain itu, ia meminta jalur evakuasi disiapkan dan peringatan dini dari BMKG disebarluaskan kepada warga di sekitar kawasan rawan bencana.

"Serta siapkan layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian serta hal-hal yang lain yang diperlukan untuk kesiapsiagaan banjir atau pun longsor," tutur Berton.

Arahan BNPB Untuk Relawan

Berton juga menyoroti keselamatan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia mengingatkan sejumlah relawan sebelumnya mengalami gangguan kesehatan saat bertugas dan meminta kewaspadaan terhadap kondisi pribadi.

"Mengingat beberapa relawan yang mengalami adanya terganggu kesehatan, kami mengimbau kepada relawan agar tetap waspada terhadap kesehatan pribadi," kata dia.

Menurutnya, keterlibatan relawan harus mengikuti rencana operasi pos komando yang disusun pimpinan di posko.

"Di mana, perlu kami sampaikan bahwa keterlibatan relawan harus berdasarkan rencana operasi pos komando, jadi tidak lepas dari apa yang sudah direncanakan oleh komandan kita di dalam posko sehingga rencana tersebut bisa terlaksana dengan baik," sambung dia.

BNPB juga menekankan perlunya petugas keselamatan di lokasi ketika tim relawan melakukan pemadaman.

"Tentu perlu ada safety officer di lokasi saat tim relawan melakukan pemadaman, sehingga ketika ada asap beralih dari suatu tempat ke tempat lain atau adanya kelelahan dari relawan, safety officer bisa menyampaikan untuk beristirahat bahkan untuk pulang mungkin atau mendapatkan pelayanan kesehatan bila diperlukan," ucap dia.

Briefing sebelum operasi dan debriefing setelah operasi diminta dilaksanakan untuk mengevaluasi potensi bahaya selama penugasan.

"Pembekalan atau briefing perlu dilakukan sebelum mulai operasi serta setelah lakukan operasi dilakukan debriefing sehingga potensi apa yang terjadi selama melakukan operasi tersebut dapat didiskusikan, sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama operasi bisa dihindari di kemudian hari," sambung Berton.

Pengerahan relawan perlu disesuaikan dengan kapasitas, durasi rencana operasi, serta kompetensi yang relevan dengan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi pengerahan relawan ini tidak boleh melebihi dari apa yang menjadi kapasitasnya serta relawan yang terlibat memiliki pengetahuan terhadap pemadam karhutla diantaranya pemahaman fire triangle, tipe kebakaran, metode dan teknik pemadaman serta prosedur keselamatan diri maupun tim," ucap Berton.

Ia turut menegaskan penggunaan alat pelindung diri (APD) standar oleh setiap relawan.

"Kami menyampaikan bahwa perlu setiap orang, setiap relawan menggunakan APD yang standar ada helm keselamatan atau safety helmet, kemudian kaca pelindung, masker yang memang standar N95, pakaian kerja yang tahan panas, sarung tangan kulit ataupun tahan panas, sepatu lapangan, serta rangsel dan perlengkapan lapangan lainnya perlu dimiliki," sambung dia.

Imbauan BNPB Bagi Masyarakat

Selain kepada pemerintah daerah dan relawan, BNPB juga menyampaikan langkah kesiapsiagaan kepada masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor.

"Kami mengimbau agar masyarakat membersihkan saluran air di sekitar rumah dan jangan membuang sampah dimanapun terutama ke badan sungai. Kenali jalur evakuasi, siapkan tas siaga, dan dokumen penting untuk dijaga dari sekarang," kata dia.

Berton mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor. Ia menyebut retakan di wilayah perbukitan perlu dihindari, begitu pula area yang menunjukkan tanda-tanda gerakan tanah seperti air keruh dan pohon miring.

"Apabila hujan lebat, jauhi sungai, lereng dan pantai, jangan melaut saat gelombang tinggi. Serta ikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPPD setempat serta instansi yang terkait," tandas Berton.

Rekomendasi