Hingga Akhir Oktober, BNPB Catat 2.236 Bencana; Ini Langkah Siaga dan Sebarannya

BNPB merekam 2.236 kejadian bencana per 29 Oktober 2026. Ada banjir hingga karhutla, dan operasi modifikasi cuaca tetap disiagakan.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Hingga Akhir Oktober, BNPB Catat 2.236 Bencana; Ini Langkah Siaga dan Sebarannya
Foto selebaran yang diambil dan dirilis pada Selasa 4 Maret 2025 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menunjukkan gedung-gedung yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat. (Foto oleh Handout/Badan Nasional Penanggulangan Bencana/AFP)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.236 kejadian bencana di Indonesia hingga 29 Oktober 2026. Banjir menjadi salah satu peristiwa yang paling banyak dilaporkan di berbagai wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut angka tersebut merupakan akumulasi data per Kamis, 29 Oktober 2026.

"Hari ini kita secara kumulatif mengumpulkan 2.236 kejadian bencana di Indonesia," ujar Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers daring, Kamis (29/10/2026).

Ia menambahkan, laporan terkini yang masuk didominasi banjir di beberapa daerah di Sumatra.

"Di mana, lima hari ini yang kami terima adalah banjir yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan di Provinsi Aceh, kemudian ada banjir di Langkat dan Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Sumatera Utara," sambung dia.

Selain banjir, BNPB juga menerima laporan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

"Untuk kali ini kami menyampaikan bahwa untuk karhutla saat ini, untuk enam provinsi tidak akan kami sampaikan lagi karena hari ini tidak ada lagi data yang kami terima adanya kebakaran di provinsi-provinsi tersebut," ucap Berton.

Sebelumnya, enam provinsi prioritas penanganan karhutla adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Adapun luas karhutla secara kumulatif yang dilaporkan dari 10 provinsi lainnya mencapai 462 hektare.

"Kami akan sampaikan bahwa dari sepuluh provinsi yang lain ada secara kumulatif 462 hektare, di mana, 10 provinsi yang kami sampaikan ini adalah Kalimantan Timur ada 169 hektare, Sulawesi Tengah ada 85 hektare, Sulawesi Tenggara ada 56 hektare, Sulawesi Selatan ada 50 hektare, Maluku 31 hektare, Maluku Utara 23 hektare, Nusa Tenggara Timur 10 hektare, Gorontalo 4 hektare, Kalimantan Selatan ada 4 hektare, dan Jawa Timur ada 2 hektare," papar Berton.

BNPB Siagakan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Bencana

BNPB tetap menyiagakan armada untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah.

"Armada kita tetap siaga sebanyak 59 unit, di mana 59 unit ini ada yang masih disiagakan, serta ada juga yang tetap melakukan operasi modifikasi cuaca. Ada 40 dari BNPB, kemudian ada 15 dari TNI, dari Kementerian Kehutanan 1, Pemda 1, serta 2 dari PT ataupun Dunia Usaha," kata Berton.

Menurut dia, OMC masih berjalan, terutama di tiga provinsi, dengan total bahan semai mencapai puluhan ton untuk memanen awan hujan.

"Operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan, terutama di 3 provinsi. Kami akan menyampaikan ada 22.600 kilogram dry ice maupun NACL yang disemaikan. Ini tentu untuk memaksimalkan bagaimana kami memanen-panen hujan pada masa di mana potensi hujan sangat besar terjadi di wilayah Indonesia," sambung Berton.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, penyemaian dry ice dan NaCl dilakukan sebanyak 11.700 kilogram melalui delapan sorti penerbangan.

"Kami menyemaikannya melalui 8 sorti. Kalimantan Selatan, kami semaikan tidak ada karena memang ada sasaran-sasaran tentu yang kami sudah ingin sampaikan, tetapi ada hujan lebat di sana. Kemudian di Sumatera Selatan, kami tetap melakukan 8 sorti dan sekitar 10.000 lebih kilogram untuk dry ice maupun NACL," kata Berton.

Ia menuturkan hujan telah turun di sejumlah wilayah, dan menurutnya, salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB.

Rekomendasi