Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mendorong agar edukasi gizi menjadi bagian dari kurikulum pendidikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan, MBG tidak semata penyediaan makanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran gizi bagi siswa penerima manfaat.
Sudaryono menyampaikan gagasan tersebut melalui unggahan di akun Instagram resminya.
"Bagaimana memasukkan MBG atau edukasi gizi ini menjadi salah satu bagian dari kurikulum yang ada di pendidikan kita. Sama seperti penjaskes, pendidikan jasmani dan kesehatan kan dia olahraga dimasukkan ke dalam pelajaran. Jadi ini ada pelajaran tentang gizi," kata Sudaryono, dikutip dari unggahan akun Instagram resminya, @sudaru_sudaryono, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan materi edukasi dapat mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga siswa memahami kandungan serta manfaat makanan yang dikonsumsi.
"Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat, kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya buah, vitamin, mineral, kenapa mesti protein. Satu orang itu makan protein harus berapa dalam speknya, itu harus diajarkan," paparnya.
Menurutnya, saat ini belum tersedia lembaga atau wahana khusus yang memberikan informasi gizi bagi anak-anak. "Karena tidak ada lembaga, wahana bagi anak-anak kita mendapatkan informasi ini," tuturnya.
Advertisement
Uji Coba Prasmanan MBG
Selain usulan integrasi ke kurikulum, Sudaryono menyinggung uji coba pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan yang menurutnya disambut baik oleh siswa. Ia menyebut sajian datang dalam kondisi lebih hangat dan porsi dapat disesuaikan kebutuhan masing-masing.
"Berdasarkan survei kepuasan, ya sekitar 4,56 out of 5, jadi ya cukup bagus Pak. Yang lain-lain, memang holding time-nya lebih pendek, jadi cukup 2 jam, anget-anget dibawa ke sekolah, anak-anaknya lebih suka, lebih fresh, lebih aman, ya kemudian pemorsiannya juga lebih oke," ungkapnya.
Ia mengakui pelaksanaan prasmanan masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, Sudaryono mengusulkan sekolah yang belajar hingga siang menyediakan waktu khusus untuk pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan, sekaligus memanfaatkan momen makan bersama sebagai media edukasi gizi.
"Untuk sekolah yang kemudian sampai siang, itu kemudian kami mengusulkan ada jam khusus untuk pendidikan gizi tadi," imbuhnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340027/original/072403100_1788447378-efac7633-b210-41f1-84cf-33caa6be2e9f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381978/original/020745200_1792916852-Detik-detik_byd_lindas_driver_ojol_di_kawasan_blok-m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384922/original/088568100_1793194068-Hands-On_Mobile_MOBA_Gaming.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384897/original/057852800_1793189014-images__63_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)