Kepala SPPG Dicopot Buntut Viral Cambuk Pria di Bogor

BGN menonaktifkan Kepala SPPG dan Korwil Purwakarta imbas kasus pencambukan di KPPG Bogor. Pemeriksaan selesai, sanksi disiplin sedang diproses.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kepala SPPG Dicopot Buntut Viral Cambuk Pria di Bogor
Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga dicambuk di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta Plered dan Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, setelah keduanya mengakui melakukan kesalahan dalam peristiwa perkelahian.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, penonaktifan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap kedua pihak. Sementara itu, proses penentuan sanksi disiplin masih berlangsung.

"Saat ini keduanya juga sudah dinonaktifkan dari jabatan mereka, baik sebagai Kepala SPPG ataupun juga sebagai Korwil," kata Tysa di Jakarta, Selasa.

Menurut Tysa, pemeriksaan dan investigasi dilakukan untuk mendalami perkelahian yang melibatkan kedua pejabat tersebut.

"Nah, setelah melalui hasil pemeriksaan yang dilakukan pada hari ini, keduanya mengakui ada kesalahan yang mereka lakukan," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pihak dinilai memiliki peran dan porsi kesalahan masing-masing. BGN kemudian mengambil langkah administratif berupa penonaktifan dari jabatan.

 

Pencambukan di KPPG Bogor

Polresta Bogor mengungkap identitas korban dan terduga pelaku pencambukan di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor setelah mendatangi lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi menyebut video peristiwa tersebut lebih dulu viral di media sosial.

"Diduga tersangka penganiayaan itu Koordinator Wilayah Purwakarta berinisial GD dan korban berinisial RAN," ujar Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Imam, Jumat (16/10/2026).

RAN diketahui merupakan Kepala SPPG di wilayah Purwakarta yang datang ke kantor KPPG Bogor. Polisi juga telah meminta keterangan dari Kepala KPPG Bogor, Haidir.

"Kepala KPPG membenarkan adanya peristiwa tersebut," jelas Imam.

Imam menuturkan, Kepala KPPG Bogor sempat mendengar teriakan saat insiden berlangsung dan langsung menegur terduga pelaku agar menghentikan aksinya.

"Sempat ditegur dan tidak boleh melakukan hal itu (pencambukan) karena ini adalah kantor KPPG," terang Imam.

Selain itu, polisi memperoleh informasi bahwa perselisihan tersebut telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak di lokasi kejadian.

Rekomendasi