Menkop Ingin Koperasi Punya Kilang Minyak Goreng Sendiri di 2027

Kemenkop menarget koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit. Pasar disiapkan lewat jaringan Koperasi Merah Putih.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Menkop Ingin Koperasi Punya Kilang Minyak Goreng Sendiri di 2027
<p>Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Dok Kemenkop) </p>

Kementerian Koperasi menargetkan gerakan koperasi memiliki kilang minyak goreng sendiri pada 2027. Target ini diproyeksikan memperkuat mata rantai hilirisasi kelapa sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani rakyat.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyebut koperasi petani sawit perlu naik kelas, tidak hanya berhenti di pengelolaan kebun hulu tetapi masuk ke pengolahan produk turunan.

"Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan, Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik crude palm oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri," ujar Ferry di tengah Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (28/10/2026).

Ferry menilai industri hilir berbasis koperasi krusial agar distribusi keuntungan dari bisnis sawit tidak hanya terpusat di korporasi besar. Ia mencontohkan koperasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, yang telah mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam sebagai tolok ukur pengembangan sawit kerakyatan.

Pasar Disiapkan Lewat Jaringan Koperasi Merah Putih

Untuk pemasaran, Ferry memastikan minyak goreng produksi koperasi akan disalurkan langsung melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya. Kita bisa bayangkan ada puluhan ribu outlet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bisa menjual minyak goreng milik koperasi sendiri,” imbuhnya.

Selain mempercepat hilirisasi, Kementerian Koperasi memfasilitasi kemitraan antara Apkasindo dan PT Agrinas Palma Nusantara lewat pola plasma. Skema ini melibatkan koperasi dalam pengelolaan lahan hasil penertiban Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Bappenas–Apkasindo Sepakat Jaga Harga TBS

Dalam forum yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya soliditas di akar rumput untuk menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Ia mengimbau petani plasma agar tidak tergiur melepas panen dengan harga murah ke pihak luar.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan peran strategis asosiasi sebagai penghubung kepentingan petani, pelaku usaha, dan negara.

Apkasindo juga ditegaskan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada petani sawit.

Rekomendasi