Setelah empat bulan mengalami kemarau, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan, akhirnya diguyur hujan. Namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan waspada terhadap hujan pertama usai kemarau panjang.
Berdasarkan pantauan BMKG, hujan alami hampir merata terjadi di Sumsel, Sabtu (24/10) sore. Hujan sedang-lebat berada di Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, Lahat, Musi Rawas, Banyuasin, OKU Selatan, Ogan Ilir, Pagaralam, dan Palembang.
Di Palemhang sendiri, meski dalam intensitas ringan dan hanya berlangsung sekitar 15 menit, sudah cukup memberikan kebahagiaan bagi warganya. Sebab selama empat bulan lamanya, kota itu tak pernah diguyur hujan dan udara dikepung asap kebakaran hutan dan lahan.
"Alhamdulillah, ini sebuah nikmat bagi warga Palembang. Mudah-mudahan kemarau berakhir dan asap hilang," kata Suratno (55), Sabtu (24/10).
Advertisement
Penjelasan BMKG
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan, wilayah Sumsel diprediksi mulai mengalami hujan pada 24–26 Oktober 2026, setelah kemarau panjang lebih dari empat bulan. Beberapa wilayah bahkan tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 100 hari.
Dia mengatakan, hujan pertama setelah kemarau panjang tidak otomatis berbahaya. Namun, selama kemarau, debu, partikulat, dan polutan dari pembakaran, termasuk asap karhutla, dapat terakumulasi di atmosfer.
"Ketika hujan turun, sebagian partikel tersebut dapat terbawa bersama air hujan ke permukaan," kata dia.
Selain itu, air hujan secara alami sedikit asam akibat interaksi dengan karbon dioksida di atmosfer. Tingkat keasaman dan kandungan pencemarnya bergantung pada kondisi lingkungan dan kualitas udara setempat.
Dalam kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakan untuk menghindari kontak langsung secara berlebihan jika hujan turun di wilayah yang terdampak asap atau pencemaran. Jika terkena air hujan, cukup bilas kulit dengan air bersih apabila diperlukan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menggunakan air hujan untuk minum atau memasak tanpa pengolahan yang sesuai. Hal ini karena dapat mengganggu kesehatan.
"Ingat, tidak perlu takut terhadap hujan pertama. Tetap beraktivitas secara wajar, terapkan kebersihan, dan tingkatkan kewaspadaan sesuai kondisi lingkungan setempat," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381774/original/018003100_1792892687-hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381788/original/010950500_1792893687-IMG_0949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381785/original/005396100_1792893455-1001393697.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381775/original/042263500_1792892937-IMG-20261023-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381766/original/082398700_1792890509-1001788659.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381762/original/037970900_1792888596-1001786541.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)