Belasan siswa SMP negeri di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelas. Polsek Ciputat Timur menelusuri laporan yang disebut terjadi di Kelurahan Pondok Ranji dan Kelurahan Rengas dalam perkara yang mengemuka sebagai Perundungan SMP Tangsel.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan duduk perkara. Ia menekankan verifikasi informasi dilakukan secara berjenjang.
"Saat ini masih mengumpulkan dan memverifikasi informasi untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya. Sekecil apa pun informasi kami terima dan kami minta untuk Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA yang memang sudah ada di masing-masing kelurahan," ujar Bambang, Jumat (23/10/2026).
Kepolisian meminta pihak sekolah melalui UPTD PPA menghimpun data secara terperinci demi kejelasan penanganan. Penekanan pada akurasi data disampaikan Bambang.
"Jadi, akurasi informasi data itu lebih penting," tegasnya.
Bambang menyebut informasi awal yang diterima polisi mengindikasikan jumlah korban mencapai belasan siswa. Namun, ia belum memerinci jumlah pasti maupun bentuk perlakuan yang dilaporkan.
"Informasi yang kami terima belasan," ujar Bambang.
Ia menambahkan, kabar yang beredar masih simpang siur sehingga pihaknya belum dapat memastikan kronologi dan jenis tindakan yang dilaporkan. Karena itu, data resmi dari UPTD PPA menjadi rujukan utama sebelum langkah lanjutan diambil.
"Kami membutuhkan data akurasi yang lebih penting dari pihak UPTD. Jadi, kami enggak bisa berandai-andai dulu yang katanya ini, katanya itu," ujarnya.
Di tengah proses pengumpulan informasi, Bambang mempersilakan orang tua yang anaknya diduga menjadi korban untuk melapor. Jika terdapat dugaan tindak pidana, laporan resmi dapat disampaikan kepada Unit PPA/PPO Satreskrim Polres Tangerang Selatan.
"Apabila nanti ada korban, silakan bagi orang tua, karena ini kena anak-anak, orang tua bisa berkoordinasi dan bisa melaporkan apabila ini masuk ke ranah pidana," ujar Bambang.
Polsek Ciputat Timur membuka ruang komunikasi dengan pihak sekolah, orang tua, UPTD PPA, dan unsur pemerintah untuk membahas penanganan. Menurut Bambang, pengelolaan informasi dugaan perundungan tidak semata terkait potensi penegakan hukum, tetapi juga menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Sementara itu, sejumlah orang tua mempertanyakan penanganan dugaan perundungan yang disebut melibatkan kakak kelas dan 13 siswa di sebuah SMP negeri di Ciputat Timur. Seorang orang tua berinisial S (43) menyebut tiga siswa di antaranya sempat dirawat di rumah sakit setelah diduga dipaksa mengonsumsi campuran bahan tertentu. Ia juga mengaku belum mendapat kepastian terkait sanksi untuk pihak yang diduga terlibat.
"Kami berharap sekolah memberikan penjelasan mengenai penanganan kasus sekaligus memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman," kata S (43).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381369/original/012247600_1792811207-IMG-20261023-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381399/original/059085300_1792813466-120_mahasiswa_asal_Papua_mendapatkan_beasiswa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381397/original/012131800_1792813064-IMG-20261024-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381363/original/016628500_1792810137-e5e165b3-2ae2-4ab1-9e71-f7036c44f57b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381313/original/040860400_1792800361-WhatsApp-Image-2026-08-20-at-1.26.40-PM.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381300/original/044402300_1792797943-IMG-20261016-WA0078.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381293/original/074482500_1792796447-email-attachment_2026_10_24_rifqyabiyya-at-klyid_terapis-pijat-di-johar-baru-mengaku-diperas-polisi-pelaku-ditangkap_144310.jpg)