DPR Beberkan Celah Perbaikan Pasar Modal

Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa pasar modal berkaitan erat dengan kehidupan ekonomi sehari-hari.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR Beberkan Celah Perbaikan Pasar Modal
Pemandangan Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). DPR RI menganggarkan Rp 4,5 miliar untuk pengecatan, waterproofing, dan sejumlah komponen terkait dome Gedung Kura-Kura. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Idrus Salim Aljufri mengatakan ada momentum penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, ia mengingatkan bahwa momentum tersebut perlu diikuti pembenahan tata kelola, konsistensi kebijakan, dan penguatan perlindungan investor.

Habib Idrus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi serta peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memelihara kepercayaan pasar.

“Momentum positif ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki pasar modal Indonesia,” ujar Habib Idrus di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa pasar modal berkaitan erat dengan kehidupan ekonomi sehari-hari. Pasar modal yang sehat dapat membantu perusahaan memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lapangan kerja.

“Ketika perusahaan memperoleh pembiayaan yang sehat dan menggunakannya untuk kegiatan produktif, peluang usaha dan pekerjaan dapat ikut tumbuh. Inilah manfaat yang perlu terus kita dorong,” katanya.

Meski demikian, Habib Idrus mengingatkan bahwa penguatan IHSG dalam satu hari belum cukup untuk memastikan pemulihan pasar yang berkelanjutan. Kepercayaan investor, ujarnya, bergantung pada kepastian aturan, keterbukaan informasi, kualitas perusahaan tercatat, dan konsistensi penegakan hukum.

 

Jaga Stabilitas

Ia mendorong pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan sesuai kewenangannya. Sementara itu, OJK dan otoritas bursa diminta mempercepat pembenahan transparansi kepemilikan saham, kualitas saham yang beredar di publik, serta pengawasan terhadap transaksi yang merugikan investor.

“Praktik manipulasi harga, perdagangan semu, dan penyalahgunaan informasi orang dalam harus ditindak tegas. Investor, terutama masyarakat yang baru mulai berinvestasi, harus merasa bahwa pasar kita memiliki aturan yang adil dan pengawasan yang dapat dipercaya,” tegasnya.

Habib Idrus juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas, disertai target, jadwal pelaksanaan, dan laporan kemajuan yang terbuka. Dengan begitu, pelaku pasar dapat menilai perkembangan dan hasil pembenahan yang dilakukan.

Kepada masyarakat, ia mengajak investor untuk tetap optimistis sekaligus bijak dalam mengambil keputusan. Kenaikan harga saham, katanya, perlu disikapi dengan memahami kondisi dan risiko perusahaan, bukan dengan terburu-buru mengikuti euforia pasar.

“Komisi XI akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan mendukung langkah pembenahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kita ingin optimisme ini bertahan karena pasar modal Indonesia semakin transparan, berintegritas, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.

Rekomendasi