Ada 1.111 Titik Api Kebakaran Hutan Sumsel, Kualitas Udara di Palembang Sangat Tidak Sehat

Peningkatan kualitas udara di kota itu mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Ada 1.111 Titik Api Kebakaran Hutan Sumsel, Kualitas Udara di Palembang Sangat Tidak Sehat
Kondisi CFD di Palembang dalam kepungan asap

Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan masih tinggi seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, kualitas udara di Palembang berada di level sangat tidak sehat.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel bersumber dari SiPongi, Senin (19/10) pukul 05.00 WIB, hotspot di provinsi itu sebanyak 1.111 titik.

Titik panas terbanyak berada di daerah rawan karhutla. Yakni di Ogan Komering Ilir (OKI) berjumlah 386 titik, Banyuasin 257 titik, dan Musi Banyuasin 161 titik. Titik panas juga terdapat di Muara Enim yang tercatat 61 titik, Ogan Komering Ulu Timur 51 titik, Musi Rawas Utara dengan 46 titik, dan Musi Rawas 32 titik. Selanjutnya hotspot tersebar di Ogan Komering Ulu sebanyak 29 titik, dan Ogan Ilir 25 titik, serta di beberapa kabupaten lain dengan jumlah hotspot di angka belasan titik.

Jumlah titik api hari ini mengalami penurunan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Pada 16 Oktober 2026, titik panas berjumlah 2.559 titik, kemudian sebanyak 1.122 titik pada 17 Oktober 2026, dan kembali meningkat pada 18 Oktobee 2026 tercatat 1.560 titik. Sementara kualitas udara di Palembang masih fluktuatif.

Berdasarkan catatan Stasiun Talang Betutu Palembang, Senin (19/10), pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) berada di angka 66,8 mikrogram meter per kubik atau berlevel tidak sehat. Peningkatan kualitas udara di kota itu mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB yang tercatat 186,7 mikrogram meter per kubik dan meningkat pada jam-jam berikutnya.

Sementara rentang waktu 00.00-06.00 WIB, PM2.5 masih berlevel berbahaya di kisaran angka 311,4-507,1 mikrogram meter per kubik. Kualitas udara di kota itu kembali memburuk dan masuk level sangat tidak sehat pada pukul 13.00 WIB. Pada jam itu PM2.5 tercatat berada di angka 212,8 mikrogram meter per kubik.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan, tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman di sejumlah titik di OKI, Muara Enim, Ogan Ilir, Palembang, dan Musi Banyuasin. Karhutla ini telah terjadi sejak beberapa hari lalu dan terus diupayalan pemadaman.

"Kita masih lakukan pemadaman di lima daerah. Ada titik-titik yang masih belum padam," ungkap Ferdian, Senin (19/10).

Di OKI, operasi pemadaman masih berlangsung di Ujung Tanjung, Kecamatan Tulung Selapan. Karhutla di Muara Enim berada di Desa Karang Agung Kecamatan Lalan, serta Desa Dumai dan Putak Kecamatan Gelumbang.

Sementara kebakaran di Musi Banyuasin terdapat di Muara Medak. Karhutla di Ogan Ilir terjadi di sekitar pintu tol Keramasan, Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan. Sedangkan pemadaman karhutla di Palembang di Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang.

Rekomendasi