Pengacara keluarga Laurentius Valdo Fernandez Lewai alias Bharatu Valdo, Petrus Bala Pattyona, mempertanyakan asal-usul senjata laras panjang yang diduga digunakan Bharada Andika Rahmadani dalam kasus Polisi Tembak Polisi. Ia meminta penyidik menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang membantu Andika mendapatkan senjata tersebut.
Petrus menyebut hingga kini belum menerima penjelasan terperinci dari penyidik mengenai rangkaian peristiwa yang menewaskan Valdo. Menurutnya, ada sejumlah hal yang perlu diungkap, mulai dari akses terhadap senjata, kondisi korban, hingga motif kejadian.
Ia menyoroti dugaan lokasi kejadian di lingkungan markas atau mess di kawasan lapangan Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Petrus mempertanyakan bagaimana seorang anggota yang diduga sedang tidak bertugas dapat mengakses senjata laras panjang.
Saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10), Petrus Bala Pattyona berkata,
"Dari mana dia bisa membawa senjata laras panjang itu? Apakah dia ambil di gudang dan apakah gudangnya dikunci atau tidak? Apakah diberikan oleh penjaga gudang? Apakah senjata itu ada di pos?"
Ia juga menyoroti aspek pengawasan di lokasi. Jika senjata berada di gudang, ia mempertanyakan sistem penguncian dan siapa pemegang kunci.
"Kalau di gudang, apakah dikunci atau tidak? Kenapa dia bisa punya akses mengambilnya? Kan itu persoalan. Pertanyaan-pertanyaan ini yang kami masih bertanya, kan? Kalau dia bisa ambil senjata di gudang, kuncinya siapa yang pegang? Siapa yang memudahkan dia melakukan itu?"
Apabila senjata tersimpan di pos penjagaan, Petrus ingin mengetahui keberadaan petugas yang semestinya berjaga saat kejadian.
“Kalau senjata itu kebetulan ada di pos misalnya, yang jaga di pos itu ke mana? Apa dia bisa sendiri? Ini makanya kita menganggap, mengatakan bahwa apakah bisa si Andika ini melakukan seorang diri?”
Petrus menambahkan, kemungkinan adanya bantuan tidak harus berarti keterlibatan langsung. Ia menyebut perlu didalami apakah senjata diambil dengan ancaman, muslihat, atau cara lain, sembari menegaskan timnya belum mengetahui secara pasti bagaimana senjata itu diperoleh.
“Tentu ada bantuan, tapi bisa saja secara tidak langsung. Apakah dia mengambil senjata, katakanlah laras panjang itu di gudang, di pos penjagaan, dengan ancaman-kah atau dengan muslihat-kah, tipu daya? Sekarang kan belum jelas, ya,”
Advertisement
Empat Proyektil di Kepala Korban
Selain mempertanyakan akses senjata, Petrus mengungkap informasi yang diperoleh tim kuasa hukum dari foto dan dokumen terkait kondisi luka pada tubuh Bharatu Valdo. Ia menyebut adanya luka terbuka di kepala, sabetan di leher, serta luka di lengan.
“Di kepala itu, maaf ya, terbelah, ya, ada foto-fotonya. Terbelah, kemudian ada sabetan di leher sini, kemudian ada di lengan, begitu. Ada empat peluru di dalam kepala korban,”
Petrus menjelaskan, keterangan soal proyektil itu belum berasal dari penjelasan resmi pihak berkompeten. Timnya juga belum menerima keterangan resmi yang menerangkan keseluruhan kondisi korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau forensik.
“Dan kebetulan saat autopsi, memang tim dari Rumah Sakit Kramat Jati, tetapi ada orang yang berbaik hati bisa memberikan penjelasan tidak resmi kepada kami bahwa di dalam kepala almarhum ada empat proyektil ya, dan menurut informasi, di dalam senjata laras panjang itu masih ada tiga pelurunya,”
Ia turut menyinggung kondisi korban saat dibawa ke Rumah Sakit Hermina Pamulang. Berdasarkan foto yang diterima timnya, darah korban terlihat sangat banyak di lokasi itu.
“Jadi, semua keterangan ini hanya berdasarkan data atau dokumen, belum ada orang yang secara kompetensi memberikan penjelasan,”
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377202/original/057909200_1792411519-IMG_0380.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377175/original/025757200_1792409498-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_13.53.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377212/original/008423800_1792412710-karhutla-di-mentigen-kawasan-gunung-bromo-menewaskan-tiga-9q-erzk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377214/original/025509700_1792412924-IMG_20261019_110358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377188/original/009728100_1792411263-Screenshot_2015-10-19_185906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331244/original/062823900_1787529233-CFD_di_Palembang_dikepung_asap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377181/original/046008900_1792410731-1001384788.jpg)