Asap Sumatera dan Kalimantan Kepung Batam, Ini Kondisi Terkininya

Asap kebakaran hutan pekat melanda Batam. BMKG Hang Nadim mencatat PM2,5 190,1 µg/m³ dan jarak pandang menurun; bandara dinyatakan waspada.

Ajang Nurdin
Oleh Ajang Nurdin - Reporter
Asap Sumatera dan Kalimantan Kepung Batam, Ini Kondisi Terkininya
Kondisi asap kebakaran hutan dan lahan di Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin).

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti Kota Batam, Rabu (14/10) pagi. Kondisi ini mengganggu jarak pandang dan mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.

Kualitas udara Batam bahkan masuk kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan pembaruan BMKG Hang Nadim Batam pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2,5 mencapai 190,1 µg/m³.

Asap terlihat tebal di seluruh wilayah Batam. Mata terasa perih dan jarak pandang pengendara menurun drastis, terutama pada pagi hari. Di sejumlah ruas jalan jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 100 meter, sementara di beberapa titik hanya sekitar 50 meter.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan asap yang menyelimuti Batam merupakan gabungan dari sebaran asap yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 3-15 kilometer per jam, sedangkan pergerakan asap mengarah ke barat laut hingga timur laut.

"Sehingga memang Kepri kena sebaran asapnya," kata Suratman saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Kondisi Jarak Pandang di Bandara Hang Nadim

Kondisi kabut asap juga mulai mengganggu jarak pandang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam. Menurut Suratman, jarak pandang di wilayah bandara masih berada di kisaran 1.400 meter.

"Ini sudah masuk waspada bagi bandara landasan pendek," ujar dia.

Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat ratusan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dari laporan sejumlah puskesmas sepanjang Oktober 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengatakan pada 10 Oktober 2026 tercatat 327 kasus ISPA dari sejumlah puskesmas.

"Untuk tanggal 10 Oktober dari sejumlah puskesmas di Batam tercatat ada 327 kasus ISPA," ujar Melda.

Kasus terjadi pada berbagai kelompok usia. Kelompok usia 19-59 tahun menjadi yang terbanyak dengan 145 kasus atau sekitar 44,3 persen dari total laporan harian. Kelompok usia 5-9 tahun dan 10-18 tahun masing-masing mencatat 55 kasus, balita di bawah lima tahun mencapai 50 kasus, dan kelompok lanjut usia di atas 60 tahun tercatat paling sedikit, yakni 22 kasus.

Jika dilihat sepanjang Oktober, jumlah kasus ISPA di Batam menunjukkan pola naik turun: 1 Oktober tercatat 480 kasus; turun menjadi 345 kasus pada 2 Oktober dan 339 kasus pada 3 Oktober; kembali melonjak menjadi 473 pada 5 Oktober; 438 kasus pada 6 Oktober; 412 pada 7 Oktober; 419 pada 8 Oktober; 318 pada 9 Oktober; dan 327 kasus pada 10 Oktober.

Pemerintah Kota Batam telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan masyarakat terhadap kabut asap. Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan surat edaran tersebut telah dikeluarkan beberapa waktu lalu.

"Surat edaran dari Pemko sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu," kata Rudi saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Dalam surat edaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan: mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker bila harus beraktivitas di luar, menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara, serta tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, atau material lain yang dapat memperburuk kualitas udara. Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kondisi tubuh.

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, iritasi mata, sakit dada atau gangguan kesehatan lainnya diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta pasien dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis.

"Kami mengimbau jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan," ujar dia.

Rekomendasi