Sebanyak 63 siswa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Puluhan siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Angata pada Rabu (14/10/2026).
Polisi setempat memasang langkah respons awal terhadap kejadian itu. Kapolres Konawe Selatan AKBP Daeng Riandika Mahardani menyatakan anggota sudah menindaklanjuti laporan dan melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas," ujar Kapolres Konawe Selatan AKBP Daeng Riandika Mahardani.
Penanganan Di Puskesmas Angata
Kepala SMA Negeri 10 Konawe Selatan, Liy, membenarkan bahwa siswanya mulai mengeluhkan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan sehari sebelumnya. Menurutnya, keluhan yang muncul berupa sakit perut dan mual.
"Informasinya, setelah menyantap MBG kemarin para siswa mulai merasakan sakit perut dan mual, puncaknya hari ini," kata Liy, Kepala SMA Negeri 10 Konawe Selatan.
Selain siswa SMA, sejumlah siswa SD di wilayah Angata juga menunjukkan keluhan serupa dan dibawa ke fasilitas kesehatan setempat. Lonjakan pasien anak membuat kapasitas Puskesmas Angata terbebani.
"Bukan hanya anak SMA, anak SD juga banyak yang masuk. Sekarang sudah full ini Puskesmas," jelas Liy.
Asal Makanan dan Penyidikan Polisi
Polisi menyatakan penyebab dugaan keracunan masih dalam penyelidikan. Tim kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sumber makanan serta mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan fasilitas kesehatan.
Berdasarkan keterangan aparat, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Konawe Selatan, dan pembagian dilakukan sehari sebelum banyak siswa mengeluh.
Data sekolah menyebutkan keluhan mulai muncul setelah pembagian MBG pada Selasa (13/10/2026), sehingga puluhan siswa menjalani perawatan pada Rabu ke Puskesmas Angata.
"Makanan ini berasal dari SPPG Angata Konawe Selatan. Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya," kata Daeng Riandika.