Tujuh Penerbangan di Bandara Kualanamu Delay karena Kabut Asap

Kabut asap akibat karhutla menutup Deliserdang dan mengganggu Bandara Kualanamu; tujuh penerbangan tertunda, BMKG catat visibilitas 2,5 km.

Reza Efendi
Oleh Reza Efendi - Reporter
Tujuh Penerbangan di Bandara Kualanamu Delay karena Kabut Asap
Sejumlah penerbangan di Bandara Kualanamu delay karena terdampak kabut asap

Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kabupaten Deliserdang dan memberi dampak langsung ke operasional Bandara Kualanamu. Sejumlah jadwal keberangkatan dari bandara internasional itu terpaksa ditunda untuk alasan keselamatan penumpang.

Data yang dihimpun menunjukkan rute-rute terdampak meliputi penerbangan domestik menuju Gunungsitoli, Sibolga, Batam, dan Lhokseumawe, serta jalur internasional ke Penang, Malaysia.

Petugas Humas Bandara Kualanamu, Muhammad Zul Andrika, membenarkan adanya gangguan terhadap aktivitas penerbangan akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara.

"Ya, berdasarkan pengamatan kami sekitar tujuh penerbangan tertunda akibat kabut asap," kata Zul Andrika kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Dampak Operasional dan Respons Maskapai

Penundaan itu sempat menimbulkan ketidakpastian bagi calon penumpang yang berada di area keberangkatan, termasuk antrean check-in dan penumpukan penumpang di ruang tunggu. Petugas bandara melakukan pengumuman berkala terkait pembaruan jadwal.

Seiring pergerakan cuaca, beberapa maskapai yang menahan armadanya mendapatkan izin untuk kembali melanjutkan penerbangan setelah kondisi dinilai memungkinkan. Pengaturan ulang jadwal dilakukan untuk meminimalkan gangguan operasional dan memastikan aspek keselamatan.

Pihak bandara menegaskan keputusan penundaan atau pemberangkatan kembali selalu mengedepankan keselamatan penerbangan. Koordinasi antara ATC, maskapai, dan layanan darat terus berjalan selama situasi kabut asap berlangsung.

Pengamatan BMKG dan Imbauan Kesehatan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kualanamu memantau kondisi atmosfer di sekitar bandara. Petugas BMKG Kualanamu, Yolanda, mencatat jarak pandang atau visibility di kawasan bandara berada pada angka 2.500 meter atau setara 2,5 kilometer.

Menurut standar operasional penerbangan, visibilitas tersebut masih termasuk dalam batas aman meski wilayah sekitar tengah diselimuti kabut asap tipis. BMKG bersama otoritas bandara terus mengawasi perubahan kondisi agar keputusan operasional dapat diambil cepat dan tepat.

Hasil pantauan BMKG juga menunjukkan bahwa sebaran asap telah meluas di berbagai wilayah Sumatera Utara sejak 13 Oktober 2026, sehingga pihak berwenang terus memonitor arah angin dan kualitas udara secara berkala. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan, BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun drastis.

Rekomendasi