Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan dirinya masih menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Kabinet Merah Putih.
Bahlil menyatakan, rangkap jabatan tersebut dijalankannya sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil merespons isu mengenai sosok lain yang dikabarkan bakal mengisi posisi Menteri ESDM. Dia memastikan hingga saat ini masih menduduki jabatan tersebut.
"Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hrilisasi, gitu ya?" jelas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dilantik Jadi Menko Hilirisasi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026). Meski mendapat jabatan baru, Bahlil tetap merangkap posisi sebagai Menteri ESDM.
Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan sejumlah menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi negara lainnya.
"Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara saat membacakan petikan keputusan presiden sebelum pelantikan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum itu, Prabowo memastikan kesiapan para pejabat yang akan dilantik.
"Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?" tanya Prabowo.
"Bersedia," jawab para pejabat secara serentak. Mereka kemudian mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Kepala Negara.
Dalam prosesi tersebut, Bahlil menjadi pejabat pertama yang menandatangani dokumen penunjukannya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.