Gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak hanya menyisakan kerusakan fisik. Bagi warga terdampak, memulihkan rasa aman dan membangun kembali kehidupan sehari-hari menjadi tantangan berat yang harus dihadapi.
Di tengah situasi penuh ketidakpastian ini, Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) Emtek Media hadir membawa kepedulian. Tak sekadar menyalurkan kebutuhan pokok, YPP juga memberikan layanan kesehatan dan dampingan psikologis untuk memulihkan trauma anak-anak.
Sepanjang 2–15 September 2026, jangkauan bantuan YPP menembus enam kabupaten di NTT, mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, hingga Ende. Berkolaborasi dengan relawan lokal, Kak Resha Rashtrapatiji, serta tim medis EMC Healthcare, logistik dan penanganan disalurkan langsung ke permukiman warga hingga sekolah-sekolah terdampak.
Advertisement
Ruang Pulih untuk Anak-Anak Terdampak
Pascabencana, pemenuhan kebutuhan dasar memang krusial, tetapi kesehatan mental anak-anak tak kalah penting. Mereka membutuhkan pendampingan khusus agar bisa terbebas dari kecemasan dan bayang-bayang ketakutan akibat gempa susulan.
Merespons hal tersebut, YPP menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Melalui aktivitas ceria seperti bermain, menggambar, berkreasi, dan belajar bersama Kak Resha, anak-anak diajak untuk perlahan melepaskan trauma dan membangun kembali rasa aman mereka. Secara keseluruhan, sebanyak 1.462 anak penyintas gempa telah menerima manfaat dari program pendampingan ini.
Di saat bersamaan, penyaluran logistik terus dipacu. Pasokan beras, minyak goreng, gula, makanan ringan, susu, minuman nutrisi, hingga perlengkapan sekolah diantarkan langsung ke titik-titik yang membutuhkan.
Kondisi medan yang sulit tak surut melangkah. Di Kampung Pau, Desa Kentol, misalnya, akses jalan yang tak bisa dilalui kendaraan logistik diatasi lewat aksi gotong royong bersama relawan lokal. Sinergi ini juga memicu kelancaran operasional dapur umum di Desa Gapong yang saban hari melayani kebutuhan ratusan keluarga.
Advertisement
Menjangkau Masalah Kesehatan Pascabencana
Dampak gempa juga merembet pada penurunan kualitas kesehatan warga. Keterbatasan air bersih, perubahan lingkungan, hingga tingkat stres yang tinggi memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menjawab kebutuhan tersebut, YPP bersama EMC Healthcare mendirikan posko pengobatan gratis di Ngada, Nagekeo, dan Ende. Tim dokter dan perawat diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan medis sekaligus membagikan obat-obatan.
Di Kampung Bajo, Desa Tadho, Kabupaten Ngada, sebagian besar warga berobat dengan keluhan ISPA dan hipertensi. Sementara di Desa Woloara, Kabupaten Ende, minimnya pasokan air bersih memicu merebaknya infeksi kulit. Bagi warga setempat, kehadiran posko ini merupakan akses pengobatan gratis pertama yang mereka terima sejak gempa terjadi.
Selain pengobatan, tim medis turut memberikan edukasi kesehatan, mulai dari tata cara mencuci tangan yang benar hingga tips pencegahan hipertensi.
Advertisement
Harapan untuk Kembali Bangkit
Rangkaian aksi kemanusiaan ini berhasil menyalurkan lebih dari 2 ton beras, 1.100 liter minyak goreng, dan 800 kilogram gula pasir, lengkap dengan ribuan makanan ringan, teh, susu, minuman nutrisi, serta kebutuhan dapur lainnya. Ratusan paket alat tulis dan perlengkapan sekolah juga dibagikan kepada anak-anak. Dari aspek medis, posko kesehatan YPP dan EMC Healthcare sukses menangani 886 pasien.
Di balik deretan angka tersebut, tersimpan kisah tentang keluarga yang sedang berjuang bangkit, senyum anak-anak yang kembali mengembang, serta warga yang akhirnya terlayani secara medis.
Sebab pascabencana, penyintas tak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga butuh didengar, didampingi, dan diyakinkan bahwa mereka tidak sendirian. Satu bentuk kepedulian kecil dari kita bisa menjadi alasan besar bagi mereka untuk kembali percaya pada esok hari.
Satu kepedulian mungkin terasa kecil bagi kita, tetapi bagi mereka, bisa menjadi alasan untuk kembali percaya bahwa esok akan lebih baik.
Mari terus peduli. Karena bagi mereka, kepedulian kita harapan mereka.