Sound Horeg Makan Korban, Komisi III: Sudah Terlalu Jauh

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepolisian dan pihak terkait untuk melarang penyelenggaraan sound horeg di jalan atau permukiman.

Jonathan Pandapotan Purba
Sound Horeg Makan Korban, Komisi III: Sudah Terlalu Jauh
Ilustrasi Sound Horeg di Banyuwangi. (Liputan6.com/ Hermawan Arifianto)

Rangkaian karnaval dan parade sound horeg di Jawa Timur (Jatim) menimbulkan korban jiwa sepanjang Agustus 2026. Tercatat tiga orang meninggal dunia dalam insiden-insiden tersebut, mulai dari kru, peserta karnaval, hingga warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

Kejadian terbaru ada di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, di mana korban tertimpa kanopi dan tembok yang diduga ambruk akibat getaran sound horeg yang melintas.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepolisian dan pihak terkait untuk melarang penyelenggaraan sound horeg di jalan atau permukiman. Hal tersebut dinilai merugikan dan membahayakan masyarakat sekitar.

“Saya rasa kalau untuk ‘hiburan’ saja ini sudah terlalu jauh ya, karena sampai memakan korban. Belum lagi warga seperti orang tua, anak bayi, orang sakit yang semakin terganggu karena adanya sound horeg di daerahnya," ujar Sahroni, Rabu (2/9).

"Gangguan seperti ini tidak bisa kita normalisasi karena lama-lama sound horeg ini ibarat aktivitas dugem yang dibawa ke jalanan. Yang mana seharusnya untuk umur 21+, tapi sekarang malah bisa dilihat anak kecil. Pakai dancer-dancer pula sekarang, dan kerap jadi ajang orang minum-minum alkohol. Ini jelas banyak mudharatnya bagi masyarakat sekitar."

Terlebih, Sahroni melihat banyak kerugian yang ditimbulkan akibat sound horeg. Mulai dari rusaknya infrastruktur daerah hingga properti milik warga sekitar yang terkena imbasnya.

“Belum lagi soal infrastruktur dan fasilitas yang dirusak. Bahkan dulu perkara truk sound horeg tidak bisa lewat, mereka sampai hancurkan jembatan dan pembatas jalan. Dan saya yakin tidak semua masyarakat setuju dengan aktivitas sound horeg seperti ini, pasti banyak yang merasa terganggu. Jadi polisi jelas harus evaluasi kegiatan ini dan mulai dilarang karena jelas banyak mudhorotnya,” ucapnya.

 

Lansia Tewas Gara-gara Sound Horeg Melintas

Video bernarasi tragis memicu kegemparan di media sosial. Seorang lansia di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, tewas tertimpa kanopi apotek saat truk pengangkut sound horeg melintas, Sabtu (29/8/2026). Narasi yang beredar kencang menyebutkan getaran pengeras suara tersebut menjadi biang kerok robohnya bangunan.

Korban bernama Slamet Timbang (57), warga Dusun Pondok Jeruk. Peristiwa nahas itu terjadi pukul 10.30 WIB ketika korban tengah berteduh di teras apotek sembari menunggu sang istri membeli obat. Secara tiba-tiba, kanopi beserta struktur tembok pengikat atasnya ambruk dan menghantam tubuh korban hingga tewas di lokasi kejadian.

​Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma membantah narasi bahwa sound horeg menjadi penyebab kehancuran bangunan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) justru mengarah pada insiden fisik.

Truk pengangkut sound horeg yang bergerak dari Kecamatan Sumberbaru menuju titik kumpul karnaval dalam kondisi mesin suara tidak aktif. Polisi menemukan kabel yang terputus di sekitar kanopi. Diduga kuat, bagian atas truk tersangkut kabel yang terhubung ke struktur kanopi, hingga menarik dan merobohkan material bangunan.

​"Posisi kendaraan waktu melintas, sound-nya mati karena masih persiapan. Di TKP kami menemukan kabel terputus. Dugaan sementara, kabel tersangkut truk lalu menarik kanopi hingga ambruk," tegas Iptu Imam Kusuma. Senin, (31/8/2026).

​Meski keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak mengajukan tuntutan, kepolisian tetap mengamankan truk beserta sopirnya untuk proses pemeriksaan saksi mendalam.

​Insiden ini menjadi evaluasi kritis bagi kepolisian setempat, mengingat maraknya penggunaan muatan tinggi dan sound horeg pada tradisi pesta rakyat Agustusan di wilayah Jember. Ke depan, polisi memperketat imbauan terkait standarisasi ketinggian muatan truk, pemetaan jalur permukiman, serta penataan kabel udara demi menjamin keselamatan warga.

Rekomendasi