Video merekam antrean orangtua yang akan mengambil formulir pendaftaran les di Yogyakarta viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran merdeka.com, video itu diambil dari salah satu tempat bimbingan belajar (bimbel) di daerah Jalan Gayam, Kota Yogyakarta. Nama bimbel itu adalah Exist Gayam.
Bimbel ini dikelola oleh Yurin Gagarin. Yurin merupakan pensiunan guru di salah satu SMP negeri di Kota Yogyakarta dan sudah puluhan tahun menyambi memberikan tambahan pelajaran pada muridnya hingga akhirnya menjadi bimbel Exist.
Salah satu orangtua, Rahmawati, menceritakan alasan dirinya rela mengantre formulir untuk mendaftarkan anaknya di bimbel Exist pada Senin (31/8/2026) kemarin. Rahmawati mengaku rela mengantre sejak Subuh hanya untuk mendapatkan nomor antrean untuk mendaftar
Nantinya nomor antrean ini akan ditukar nomor pendaftaran. Setelah mendapatkan nomor pendaftaran, tahap selanjutnya adalah melakukan registrasi ulang dan menjadi peserta di bimbel tersebut.
"Anak saya sekarang kelas 8 (kelas 2 SMP). Ini mendaftar untuk tahun depan. Baru tahun depan ikut lesnya," kata Rahmawati saat ditemui, Rabu (2/9/2026).
Advertisement
Rela Antre Sejak Subuh
Rahmawati tertarik mendaftarkan anaknya di Bimbel Exist karena melihat murid-murid sebelumnya ikut les di sana mendapatkan nilai tinggi di TKA dan bisa diterima di sekolah-sekolah favorit di Yogyakarta.
"Ya dari testimoni-testimoni, kalau murid yang ikut les di sini nilainya bagus-bagus. Bisa keterima di sekolah favorit di Yogyakarta seperti SMA 3 dan SMA 1," ungkap Rahmawati.
Senada dengan Rahmawati, Kurnia warga Banguntapan, Kabupaten Bantul juga ikut mengantre untuk mendaftarkan anaknya. Padahal, anak Kurnia, baru akan memulai les tahun depa mendaftarkan anaknya untuk tahun depan.
"Ini memang pendaftaran untuk tahun depan atau pas anak saya kelas 3. Sekarang masih kelas 2 SMP. Ini sudah dapat nomor pendaftaran tinggal daftar ulang Sabtu besok," tutur Kurnia.
Kurnia menyebut salah satu pertimbangan untuk memasukkan anaknya ke Bimbel Exist Gayam karena nilai akhir anak-anak yang ikut les di tempat tersebut sangat memuaskan. Nilai yang tinggi membuat anak-anak yang les di sana bisa menembus SMA favorit yang diinginkannya.
Advertisement
Biaya Murah
Selain itu, pertimbangan lainnya adalah biaya yang dibayar juga cukup murah. Kurnia hanya merogoh kocek Rp 150 ribu untuk satu mata pelajaran.
"Dibandingkan bimbel lain memang harganya jauh lebih murah. Seminggu empat kali jadwalnya untuk satu pelajaran. Tergantung ikut berapa pelajaran," urai Kurnia.
Baik Rahmawati dan Kurnia keduanya menaruh keyakinan dengan ikut Bimbel Exist, anak-anaknya bisa memaksimalkan capaian nilai TKA dan mendapatkan sekolah favorit yang diinginkan.
"Ya optimis saja, dengan perjuangan dan belajar maksimal termasuk belajar di les ini anak saya nanti hasil TKA nya bisa maksimal. Nanti bisa tembus ke SMA 3 Yogyakarta seperti cita-cita anak saya," terang Kurnia.
"Makanya banyak orang tua yang rela antri supaya bisa ikut bimbel ini. Ya biar anaknya bisa diterima di sekolah yang diinginkannya," tutup Kurnia.