Revitalisasi Pasar Kramat Jati Mulai 2027, Ini Skema Relokasi Pedagang

Pemprov DKI menyiapkan revitalisasi Pasar Kramat Jati mulai 2027. Pedagang direlokasi sementara dengan skema khusus. Begini penempatannya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Revitalisasi Pasar Kramat Jati Mulai 2027, Ini Skema Relokasi Pedagang
Beberapa pembeli terlihat asyik memilih berbagai macam jenis hasil laut yang ditawarkan oleh pedagang di Pasar Ikan Kramat Jati, Jakarta Timur, (12/5/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan revitalisasi Pasar Kramat Jati. Pembangunan ditargetkan bergulir pada 2027, beriringan dengan penataan kawasan dan relokasi pedagang dari ruang publik.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyebut tahapan pengembangan saat ini masih berupa perencanaan.

"Untuk pengembangan Pasar Kramat Jati, saat ini kita sedang dalam tahap untuk perencanaan. Dan Insyaallah tahun depan kita sudah mulai untuk pembangunannya untuk revitalisasi Pasar Kramat Jati," kata Agus di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dikutip Rabu (2/9/2026).

Pengumuman rencana revitalisasi disampaikan di tengah penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik, sekaligus menyiapkan lokasi berdagang yang layak. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan persoalan pedagang di sekitar Kramat Jati telah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal 1970-an, sehingga pendekatan tidak bisa berupa penggusuran semata.

"Saya meminta alternatif yang lebih humanis. Untuk itu harus ada tempat yang layak untuk mereka bisa berjualan. Memang prosesnya pasti tidak gampang," kata Pramono.

Penempatan Sementara Pedagang

Dalam penataan kali ini, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah lokasi: 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang lainnya di pasar yang dikelola Pasar Jaya.

Pramono mengatakan Pemprov juga menyiapkan lokasi tambahan di sekitar Pasar Kramat Jati untuk menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat. Lokasi tersebut belum diumumkan karena masih menunggu kepastian kesiapan.

"Kalau itu bisa dilakukan maka persoalan kekurangan lokasi bagi para pedagang itu segera terselesaikan," ujar Pramono.

Selain menyediakan tempat berjualan, Pemprov DKI akan membenahi fasilitas di Lokbin Kramat Jati. Perbaikan mencakup saluran air dan sirkulasi udara, termasuk pemasangan kipas angin.

Untuk meringankan beban pelaku usaha yang direlokasi, retribusi Lokbin Kramat Jati digratiskan selama enam bulan. Besaran retribusi tersebut Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari.

Rekomendasi