Dekorasi rumah kontrakan tanpa merusak dinding bisa dilakukan dengan memanfaatkan furnitur, kain, tanaman, dan aksesori yang tidak membutuhkan paku atau bor. Cara ini membantu penghuni menata rumah sesuai kebutuhan tanpa meninggalkan bekas pada dinding saat masa sewa berakhir.
Bagi keluarga muda, kebutuhan tersebut sering muncul karena rumah kontrakan perlu menyesuaikan fungsi ruang untuk bekerja, beristirahat, menyimpan barang, hingga berkumpul bersama keluarga. Penataan pun perlu mempertimbangkan aturan pemilik rumah, terutama terkait perubahan pada bagian bangunan.
Karena itu, saat melakukan dekorasi sebaiknya dimulai dari benda yang mudah dipindahkan dan tidak mengubah struktur rumah. Berikut Merdeka.com hadirkan 8 pilihannya, Rabu (2/9).
Advertisement
1. Gunakan Rak Berdiri untuk Menata Barang
Rak berdiri bisa menjadi pilihan untuk mengisi area dinding tanpa memasang ambalan atau rak permanen. Letakkan rak di ruang keluarga, kamar, atau dekat meja kerja untuk menyimpan buku, perlengkapan rumah, mainan anak, dan barang yang sering digunakan.
Keunggulan cara ini terletak pada kemudahan pemindahan. Rak bisa dipindahkan ketika penghuni ingin mengubah susunan ruangan atau saat harus mengembalikan rumah kepada pemilik. Ruang penyimpanan juga bertambah tanpa membuat lubang pada dinding.
Sebelum memilih rumah kontrakan, perhatikan luas setiap ruangan dan posisi pintu serta jendela. Ukur area yang akan ditempati furnitur agar rak tidak mengganggu jalur berjalan. Tanyakan pula kepada pemilik rumah mengenai aturan penggunaan paku, perekat, atau pemasangan perabot pada dinding.
Advertisement
2. Manfaatkan Kain sebagai Penutup Dinding
Kain bisa digunakan untuk memberi tampilan berbeda pada ruangan tanpa mengecat atau menempelkan hiasan secara permanen. Kain dapat ditempatkan sebagai pembatas ruang, penutup bagian tertentu, atau latar di belakang sofa dengan bantuan penyangga yang berdiri sendiri.
Cara tersebut membuat penghuni bisa mengganti tampilan ruangan sesuai kebutuhan tanpa mengubah bagian rumah. Kain juga bisa dilepas, dicuci, dilipat, dan dibawa ketika pindah kontrakan sehingga penggunaannya tidak berhenti setelah masa sewa selesai.
Sebelum memilih kontrakan, periksa kondisi dinding dan ventilasi ruangan. Pastikan area yang ingin diberi kain tidak mengalami rembesan atau kelembapan. Tanyakan kepada pemilik apakah pemasangan batang penyangga diperbolehkan agar dekorasi tidak menimbulkan masalah saat masa sewa berakhir.
Advertisement
3. Pilih Cermin Berdiri untuk Area Sempit
Cermin berdiri dapat ditempatkan di kamar tidur, dekat pintu masuk, atau sudut ruang keluarga tanpa perlu digantung pada dinding. Pilihan ini juga bisa membantu penghuni memeriksa pakaian sebelum keluar rumah sekaligus mengisi area yang kosong.
Keuntungannya adalah cermin tetap bisa digunakan meski tata letak rumah berubah. Ketika pindah, penghuni hanya perlu membawanya bersama furnitur lain. Cermin juga tidak meninggalkan bekas pemasangan pada dinding karena posisinya berdiri di lantai.
Sebelum menyewa rumah, periksa ukuran ruang dan posisi sumber cahaya. Pastikan tersedia area untuk meletakkan cermin tanpa menghalangi pintu atau jalan. Periksa pula permukaan lantai agar cermin dapat berdiri dengan posisi yang tidak mudah bergeser.
Advertisement
4. Susun Tanaman dalam Pot di Lantai
Tanaman dalam pot bisa digunakan untuk mengisi sudut rumah yang belum memiliki fungsi. Letakkan beberapa pot di lantai dengan jarak yang cukup agar penghuni tetap mudah membersihkan area tersebut. Pilih tanaman berdasarkan kondisi cahaya dan waktu perawatan yang tersedia.
Penataan seperti ini membuat penghuni bisa membawa tanaman ketika pindah rumah. Pot juga dapat dipindahkan dari ruang keluarga ke teras atau kamar sesuai kebutuhan. Tidak ada bagian dinding yang perlu dilubangi untuk membuat tempat tanaman.
Sebelum memilih rumah kontrakan, periksa apakah tersedia teras atau area yang memperoleh cahaya dari luar. Pastikan pula pemilik mengizinkan penggunaan area tersebut untuk tanaman. Jika memiliki anak kecil, pertimbangkan posisi pot agar tidak mengganggu aktivitas keluarga.
Advertisement
5. Gunakan Karpet untuk Membentuk Area Ruang
Karpet dapat digunakan untuk membagi fungsi ruang tanpa memasang sekat pada dinding. Satu karpet bisa ditempatkan di bawah meja keluarga, sementara area lain digunakan untuk bekerja atau bermain. Penataan tersebut membantu menentukan fungsi setiap bagian ruangan.
Keunggulannya terletak pada penggunaannya yang mudah disesuaikan. Karpet dapat digulung ketika rumah perlu dibersihkan atau dipindahkan saat susunan furnitur berubah. Penghuni juga tidak perlu mengubah lantai maupun dinding untuk membentuk area tertentu.
Sebelum memilih rumah kontrakan, periksa kondisi lantai, terutama jika ada bagian yang tidak rata atau mengalami kerusakan. Sesuaikan ukuran karpet dengan ruang yang tersedia. Perhatikan pula kebiasaan keluarga agar pilihan karpet tidak menyulitkan kegiatan membersihkan rumah.
Advertisement
6. Tambahkan Lampu Berdiri di Sudut Ruangan
Lampu berdiri dapat menjadi pilihan penerangan tambahan tanpa pemasangan pada dinding. Letakkan di samping sofa, dekat meja baca, atau sudut kamar yang membutuhkan cahaya tambahan. Kabel sebaiknya ditempatkan mengikuti jalur yang tidak mengganggu aktivitas.
Penggunaan lampu berdiri memungkinkan penghuni mengubah posisi penerangan tanpa meninggalkan bekas. Ketika kebutuhan ruang berubah, lampu bisa dipindahkan ke lokasi lain. Perabot tersebut juga dapat digunakan kembali di rumah berikutnya.
Sebelum memilih kontrakan, pastikan jumlah stopkontak sesuai dengan kebutuhan keluarga. Periksa letaknya dan pastikan kabel peralatan rumah tangga tidak harus melintang di area berjalan. Tanyakan juga kondisi instalasi listrik kepada pemilik sebelum menempati rumah.
Advertisement
7. Pakai Keranjang untuk Menyimpan Barang
Keranjang dapat ditempatkan di bawah meja, samping sofa, kamar tidur, atau area lain yang membutuhkan tempat penyimpanan. Gunakan keranjang untuk menyimpan mainan, selimut, buku, perlengkapan bayi, atau barang rumah tangga yang sering dipakai.
Cara ini membantu mengurangi kebutuhan memasang lemari atau rak pada dinding. Keranjang juga mudah dipindahkan dan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis barang. Saat pindah rumah, seluruh isinya bisa langsung dibawa tanpa perlu membongkar pemasangan.
Sebelum memilih kontrakan, perhatikan jumlah ruang penyimpanan yang sudah tersedia. Jika lemari bawaan terbatas, pastikan masih ada area untuk menempatkan keranjang. Perhitungkan pula kebutuhan penyimpanan keluarga agar rumah tidak cepat penuh oleh barang.
Advertisement
8. Gunakan Furnitur sebagai Pembatas Ruang
Furnitur seperti rak terbuka, lemari rendah, atau meja dapat digunakan untuk membedakan area tanpa membuat sekat permanen. Cara ini cocok untuk rumah dengan ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan atau area kerja.
Keunggulannya adalah satu benda bisa menjalankan lebih dari satu fungsi. Rak dapat menjadi tempat menyimpan barang sekaligus pembatas, sedangkan meja dapat menentukan area kerja tanpa mengubah bangunan. Semua furnitur juga bisa dipindahkan ketika tata ruang perlu disesuaikan.
Sebelum memilih rumah kontrakan, periksa denah dan ukuran ruangan secara langsung. Bayangkan kebutuhan keluarga dalam beberapa tahun ke depan, termasuk ruang untuk menyimpan barang dan bergerak. Pastikan pemilik rumah memiliki aturan sewa yang jelas mengenai perubahan, pemasangan, dan penggunaan bagian rumah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dekorasi Rumah Kontrakan Tanpa Merusak Dinding
1. Bagaimana cara menghias rumah kontrakan tanpa merusak dinding?
Gunakan rak berdiri, cermin berdiri, tanaman dalam pot, karpet, kain, lampu berdiri, dan furnitur yang mudah dipindahkan.
2. Apakah rumah kontrakan boleh dihias?
Boleh selama tidak bertentangan dengan perjanjian sewa. Sebaiknya tanyakan kepada pemilik sebelum memasang benda yang menempel pada dinding.
3. Apa pengganti paku untuk dekorasi rumah kontrakan?
Pilihan dapat berupa furnitur berdiri, penyangga mandiri, atau aksesori yang tidak membutuhkan pemasangan pada dinding.
4. Bagaimana membuat rumah kontrakan terasa lebih tertata?
Kelompokkan barang berdasarkan fungsi, manfaatkan ruang penyimpanan, dan gunakan furnitur untuk membagi area sesuai kebutuhan.
5. Apa yang perlu diperhatikan sebelum menyewa rumah untuk keluarga?
Periksa ukuran ruangan, ventilasi, sumber listrik, tempat penyimpanan, kondisi bangunan, aturan pemilik, serta kesesuaian rumah dengan aktivitas keluarga.