Pramono Bebaskan Iuran bagi Pedagang Relokasi Pasar Kramat Jati

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membebaskan iuran Lokbin Pasar Kramat Jati selama enam bulan untuk pedagang relokasi. Ini rincian biaya dan lokasi penempatan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Bebaskan Iuran bagi Pedagang Relokasi Pasar Kramat Jati
Pramono Gratiskan Retribusi Lokbin Pasar Kramat Jati Selama 6 Bulan bagi Pedagang yang Direlokasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membebaskan retribusi lokasi binaan (Lokbin) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, selama enam bulan bagi pedagang yang direlokasi dari kawasan tersebut.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk meringankan beban para pedagang yang harus beradaptasi di tempat jualan baru seiring penataan kawasan Pasar Kramat Jati.

“Kami sudah memutuskan, selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik, maka untuk tempat ini, Lokbin yang ada di Kramat Jati bagi para pedagang, selama 6 bulan kami beri retribusi atau iurannya kami gratiskan,” kata Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dikutip Rabu (2/9/2026).

Besaran retribusi Lokbin ditetapkan Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari. Dengan pembebasan selama enam bulan, setiap pedagang terbebas dari iuran sekitar Rp 1,08 juta pada periode tersebut.

Siapkan Lokasi Tambahan

Pramono mengatakan kebijakan pembebasan iuran ini diharapkan membantu pedagang pada masa awal relokasi. Dia mengakui bahwa proses pemindahan ke lokasi baru tidak mudah bagi para pedagang.

“Maka dengan demikian, tadi beberapa yang juga akan kami lakukan perbaikan, hal yang berkaitan dengan pengaturan saluran air, sirkulasi udara kita juga akan pasang kipas angin dan sebagainya. Karena kami tahu pasti di awal-awal pemindahan ini bagi para pedagang pasti berat,” ucap Pramono.

Dalam penataan dan relokasi pedagang, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah lokasi baru. Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, dan 45 pedagang lainnya di pasar yang dikelola Pasar Jaya.

Pemerintah provinsi juga masih menyiapkan lokasi tambahan bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan Pasar Kramat Jati dan ditargetkan segera siap digunakan.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka persoalan kekurangan lokasi bagi para pedagang itu segera terselesaikan,” kata Pramono.

Rekomendasi