Ratusan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan massal pada Selasa (1/9). Hingga malam hari, proses evakuasi para santri ke sejumlah fasilitas kesehatan masih berlangsung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para santri mengalami sejumlah keluhan, seperti sakit perut, mual, muntah, dan pusing. Mereka diketahui merupakan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Sejumlah santri yang mengeluhkan pusing kemudian muntah-muntah hingga harus dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Mobil pribadi, ambulans milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yayasan sosial, serta kendaraan relawan terlihat keluar masuk area pondok untuk mengevakuasi para santri yang diduga mengalami keracunan.
Sejumlah santri dan warga juga turut membantu mengevakuasi para korban ke dalam ambulans.
"Informasinya keracunan akibat menyantap makanan MBG," ujar salah seorang warga yang turut membantu evakuasi.
“Banyak yang diduga keracunan, santri MTs dan Aliyah. Yang banyak dilarikan ke IGD RSUD Notopuro Sidoarjo,” ucap salah seorang santri.
Advertisement
Menu yang Dimakan Santri
Santri tersebut mengatakan makanan MBG yang disajikan sore itu terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, baby corn, dan buah apel.
Bupati Sidoarjo Subandi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan para santri yang menjalani perawatan telah ditangani di tiga rumah sakit di Sidoarjo.
Subandi juga membantah kabar yang menyebut ada santri meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
"Sudah tertangani dengan baik di tiga rumah sakit. Tidak ada yang meninggal seperti kabar, itu hoaks ya," ungkapnya.