Tiga siswa SD tenggelam di Sungai Musi Palembang. Dua korban ditemukan meninggal dan satu lagi masih dalam pencarian.
Peristiwa itu bermula saat lima siswa SD mandi di Sungai Musi, tepatnya di sekitar Dermaga 7 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang, Minggu (30/8) siang. Saat berenang, seorang dari mereka terseret arus sungai.
Melihat itu, keempat bocah itu berusaha memberikan pertolongan. Nahas, kelima anak tersebut justru ikut terseret sungai.
Dua korban, AR dan LO, berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepian. Sementara tiga lainnya hanyut dan tenggelam.
Tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencarian. Tak lama kemudian, korban RH (10), mengapung ke permukaan dalam kondisi meninggal dunia.
Operasi pencarian dilakukan terhadap kakak beradik, AL (10) dan NZ (8). Tim SAR gabungan menemukan mayat NZ sejauh 10 meter dari lokasi tenggelam, Senin (31/8) pagi.
"Kami sudah temukan dua dari tiga korban tenggelam, semuanya dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Senin (31/8).
Raymond menyebut pihaknya akan mengoptimalkan seluruh unsur dan peralatan yang ada untuk melakukan pencarian hingga satu korban lagi berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan menyisir di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Musi.
"Satu korban masih terus dicari. Dari tiga korban, dua di antaranya diketahui kakak adik," kata Raymond.
Raymond mengimbau orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Sebab perairan memiliki potensi bahaya yang tidak dapat diprediksi.
"Sebagai orangtua, mestinya jaga anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi di sungai karena sangat berbahaya," pungkasnya.